Workshop Pemanfaatan KUM Bagi Pelaku Usaha Kota Ambon

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar workshop pemanfaatan kredit ultra mikro bagi pelaku usaha mikro di Kota Ambon, yang berlangsung di hotel Marina, Rabu (27/2/19). Menghadirkan narasumber dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dengan materi arah dan kebijakan pemerintah pusat terkait pembiayaan ultra mikro, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) selaku eksekutor pembiayaan yang tersedia di kota Ambon dan Maxwin Organisation, materi sosialisasi Indonesia bebas riba.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menyatakan, wujud perhatian pemerintah terhadap permasalahan pelaku usaha mikro, salah satunya dengan dikeluarkannya peraturan menteri keuangan RI nomor 22/PMK.05/2017 tanggal 23 Februari 2017 tentang pembiayaan ultra mikro. Dimana program ini merupakan tahap lanjutan dari program bantuan sosial yang diarahkan untuk tujuan kemandirian usaha dengan menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah yang sulit mengakses pembiayaan pada lembaga perbankan lewat program kredit usaha mikro (KUR).

Untuk merealisasikan pembiayaan ultra mikro tersebut diakuinya, pemerintah telah menunjuk badan layanan umum (BLU) PIP dibawah departemen keuangan RI, sebagai coordinated fund pembiayaan ultra mikro, yang akan menyalurkan SKIM kredit ultra mikro ini kepada para pelaku ekonomi mikro dan ultra mikro melalui lembaga keuangan bukan bank (LKBB) dalam hal ini badan usaha milik negara (BUMN) masing-masing PT PMN, PT Pegadaian (Persero) dan PT Bahana Arta Ventura.

“Pemkot Ambon untuk merealisasikan visi kedua Ambon Sejahtera dengan misi ketiga, memberdayakan ekonomi keluarga dan masyarakat, menuju kemandirian yang kreatif berbasis sumber daya alam yang tersedia, melalui dinas koperasi dan usaha mikro terus berupaya untuk memberia ruang sebesar-besarnya kepada pelaku usaha mikro untuk dapat mengakses SKIM pembiayaan yang tersedia, salah satunya lewat workshop ini dengan narasumber yang berkompeten,” ujar Walikota saat membuka workshop.

Sasaran pembangunan kota Ambon katanya, diarahkan untuk menjadikan Kota Ambon sebagai kota tujuan wisata tahun 2020, dengan ikon sebagai kota musik, kota ikan dan kota toleransi. Oleh sebab itu, diperlukan daya dukung dari semua pihak termasuk didalamnya para pelaku usaha mikro, yang juga turut memberikan kontribusi positif dengan peran masing-masing sesuai bidang usahanya.

“Sederhananya, pelaku usaha mikro yang membidangi usaha olahan ikan akan memproduksi ikan olahan yang halal sehingga dapat dikonsumsi semua kalangan konsumen. Atau bagi pelaku usaha mikro yang melakukan kegiatan usaha kuliner, yang tempat usahanya disediakan sarana hiburan musik sehingga tamu yang datang menikmati kuliner dapat juga menikmati sajian hiburan musik. Dengan demikian dapat tercipta sinergitas kegiatan usaha mikro sesuai arah, kebijakan dan sasaran pembangunan kota Ambon,” demikian Walikota. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *