Wawali Minta Pemilih Milenial Tidak Masa Bodoh

AMBON,MRNews.com,- Pemilih pemula atau milenial di kota Ambon yang hampir mencapai 50 persen diminta tidak masa bodoh menyikapi perhelatan pemilu Presiden-Wakil Presiden dan legislatif secara serentak di 17 April mendatang dalam memberikan hak politiknya untuk pertama kali yang telah dijamin UUD. Meski baru pertama kali, tapi sangat penting hal tersebut dilakukan. Sebab jika tidak, maka hak pilih pemilih pemula akan dikebiri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Jumlah pemilih pemula di kota Ambon hampir mencapai 50 persen dari DPT. Dan ini Pemilu pertama serentak yang akan diikuti. Jangan sampai membuat mereka tidak menyalurkan hak pilih pada saatnya sebab akan rugi. Karena hak tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab,” pinta Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler saat membuka sosialisasi pemilihan Presiden dan legislatif kepada pemilih pemula yang digagas badan Kesbangpol Kota Ambon di Imperial Inn Hotel dengan KPU Kota Ambon sebagai pemateri, Selasa (9/4/19).

Meski begitu, kata Wawali, tak bisa terhindarkan adanya fakta selama ini baik Pilkada, Pileg dan Pilpres bahwa pemilih pemula cenderung golput selain karena umur yang masih belia, acuh tak acuh tetapi juga cenderung apatis dan tidak berpikir tentang pentingnya hak suara yang disalurkan pada saat Pemilu. Maka perlu adanya upaya pendampingan atau pendekatan, membangun kesadaran dan peduli dari pemerintah dan pihak terkait kepada mereka secara intens.

“Sebagai pemerintah, kami mengajak dan berharap anak-anak pemilih pemula atau milenial tidak golput dan bersikap masa bodoh saat Pemilu nanti. Sebab jelas, itu hak yang diberikan negara setelah semua kewajiban dilaksanakan, belajar dan sebagainya. Ini saatnya bagi para pemilih pemula dapat berpikir lebih terbuka dan menyalurkan hak pilihnya sebab satu suara menentukan masa depan negara ini,” ajak Hadler.

Tak lupa, dirinya juga menghimbau kepada pemilih pemula dan pemilih dewasa umumnya untuk lebih percaya kepada berita-berita yang dapat dibuktikan kebenarannya dan tidak terpancing terhadap isu-isu miring atau bohong alias hoax, yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, terutama hidup orang basudara di Kota Ambon yang sudah terbangun dengan baik dan kokoh saat ini.

“Semakin dekat waktunya di 17 April, berita hoax banyak beredar dan itu butuh tingkat kepekaan yang tinggi utnuk bisa melihat berita benar atau tidak. Terutama yang beredar di dunia maya. Apalagi pemilih pemula cukup tinggi akses di dunia maya. Namun begitu, dalam keyakinan dan kepecayaan teguh pada proses demokrasi di negara ini, diharapkan seluruh masyarakat kota Ambon dapat menyalurkan hak pilih nantinya dan tidak percaya kepada berita hoax,” himbau Hadler. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *