by

Warga Waai Senang Dapat Trauma Healing & Layanan Kesehatan

AMBON,MRNews.com,- Warga Desa Waai Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang berada di pengungsian air terjun, dusun ujung batu-batu dua-batu naga dan wainuru senang karena dapat trauma healing dan layanan kesehatan dari tim percepatan penanggulangan bencana untuk kesehatan dan trauma healing pemerintah provinsi Maluku. Hal itu ditunjukan dari banyaknya orang yang datang mengikuti dua sesi aktivitas karya bhakti bagi korban terdampak gempabumi.

Tim trauma healing provinsi total berjumlah 45 orang, melibatkan sejumlah tenaga medis dari Dinas Kesehatan dan Poltekkes, Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD), Dinas Sosial-Tagana serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), melakukan penanganan trauma untuk anak-anak, remaja serta kaum ibu yang terpusat di lokasi pengungsian, Sabtu (19/10/19).

Anak-anak diajak bernyanyi dan bermain serta diberikan hadiah jika mampu menjawab pertanyaan yang diberikan, sedangkan remaja dan pemuda diberikan kesempatan menyampaikan ekspresi yang dirasakan melalui media gambar. Sedangkan kaum ibu selain diberi pemahaman tentang kegempaan dan langkah-langkah yang harus dilakukan saat gempa, mereka juga diajari cara melakukan terapi wajah agar tidak takut dan stress. Serta mendapat pelayanan kesehatan gratis. Sebelum Waai, hari pertama kegiatan serupa dilakukan di Liang.

“Iya, senang dapat buku gambar dan hadiah dari kaka-kaka. Danke lai kaka-kaka,” ujar Arif, anak pengungsi dusun Ujung Batu. Kesenangan yang sama turut terlihat dari anak-anak, remaja dan orang tua di daerah air terjun dan Wainuru karena didatangi tim trauma healing.

Selain Arif, Fatma Latief warga dusun Batu Dua juga bersyukur karena disambangi tim trauma healing. “Katong senang kalau anak-anak juga senang. Katong bersyukur ada kegiatan bagini karena memang katong masih takut kalau ada gempa, apalagi anak-anak. Tapi katong minta pemerintah bisa perhatikan katong deng katong rumah yang rusak,” tukas Fatma.

Koordinator trauma healing Emma K. Hentihu katakan, kegiatan dukungan psikososial kesehatan jiwa dalam rangka karya bhakti bagi korban bencana gempa di Waai ini merupakan hari kedua. Setelah hari pertama di Liang dan Hila dengan korban yang berhasil terjangkau sebanyak 333 jiwa. Total ada 24 titik masuk dalam rencana trauma healing dengan tiap titik targetnya 300 jiwa, 50 remaja. Usai Waai, nantinya dilanjutkan Senin ke Tulehu tiga titik dan Suli, Selasa-Rabu ke Desa Tial dan Tengah-Tengah.

“Tujuan dukungan psikososial yaitu melakukan skrining gangguan kesehatan jiwa (trauma akibat gempa) pada masyarakat yang terdampak akibat gempa, penatalaksanaan pada masyarakat yang mengalami trauma/gangguan jiwa akibat gempa baik farmakoterapi dan psikoterapi, serta pemulihan psikis bagi kelompok anak-anak,remaja,dewasa-lansia. Total tim ada 45 orang, didukung oleh BPBD Maluku dan Malteng, kecamatan/perangkat desa, Babinsa-Bhabinkamtibmas,” ujar Emma, kepala seksi PTM dan Keswa Dinkes Maluku.

Terpisah di Desa Liang, sejumlah personil TNI dan Polri membantu membongkar dan membersihkan beberapa rumah-rumah warga yang rusak berat dan roboh. Satu alat pembongkar dari Balai Pelaksana Jalan Nasonal Wilayah XVI Ambon diturunkan. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed