Warga Lirang Berobat ke Timor Leste, Menkes Janjikan RS Pratama

AMBON,MRNews.com,- Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek berjanji, pemerintah pusat lewat Kementerian Kesehatan akan memberikan rumah sakit (RS) Pratama di Desa Lirang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) guna menjawab masalah kesehatan masyarakat disana dan sekitarnya. Namun, hal itu baru bisa terealisasi pada tahun 2020. Jawaban Menkes ini meresponi persoalan warga Lirang yang pergi ke negara tetangga, Timor Leste yang jauh lebih dekat ketimbang ke pusat kabupaten untuk pengobatan.

“Nanti kita akan berikan Rumah Sakit Pratama, proposal sudah diterima, nanti dikaji, perencanaannya matang kita ajukan ke Kemenkeu dan Bappenas disetujui tahun depan 2020 akan dijadikan,” tandas Menkes usai membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Maluku tahun 2019 yang digelar oleh Dinas Kesehatan Maluku di Santika Hotel, Ambon, Senin (8/4/19)

Pentingnya kajian dan perencanaan yang matang diakui Moeloek karena anggaran pembangunannya dari uang negara. Bukan hanya hal itu, tapi semua pembiayaan harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. “Harus matang (kajian dan perencanaa) dulu, emang ini mau bikin apa, ini uang negara, nggak boleh main-main, udah dikasih nggak dijadikan, itu jadi masalah, sekarang harus bener-bener, kalau nggak dipertanyakan Kemenkeu,” paparnya lagi.

Selain itu, Moeloek juga menyentil peran daerah yang disebutkannya harus bisa bekerjasama dengan Pempus. “Daerah juga harus kerjasama yang baik, makanya judulnya kolaborasi pusat dan daerah, kan saya tidak tiap hari ada disini, yang tau kan orang Lirang, seharusnya dia tahu kebutuhan masyarakatnya, saat kebutuhan masyarakat kita akan bersama-sama cek and ricek kemudian kita berjuang untuk minta uangnya. Ini uang rakyat, harus kembali ke rakyat,” harap Menkes.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS mengatakan, dari target pembangunan 64 RS Pratama di Indonesia untuk wilayah-wilayah yang belum memiliki RS maupun wilayah perbatasan, 62 unitnya sudah selesai. Hanya saja, hal paling penting jika permintaan sudah disetuji kementerian, maka daerah harus siapkan instalasi Sumber Daya Manusia (SDM) dan operasionalnya.

“Tahun ini tinggal 2 (unit yang belum selesai). Kalau ada kebutuhan bisa diajukan dan segera dikaji, kalau diperlukan maka menjadi kewajiban untuk memfasilitasi. Tapi yang penting saat sudah disetujui dibangun, daerah harus bisa memenuhi janjinya terkait SDM dan operasional. Kalau minta tapi juga harus konsekuen, jangan sampai dibangun RS Pratama tapi tidak disiapkan instalasi SDM dan biaya operasional. Tapi kalau sama-sama komitmen, Insya Allah akan disetujui, sebagai sebuah kebutuhan yang harus,” urainya.

Terhadap persoalan di Lirang itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meikal Pontoh, mengaku, satu bulan lalu, Kedutaan Besar Timor Leste untuk Indonesia mengirimkan surat kepada Pemerintah provinsi Maluku melalui pemerintah Indonesia mempertanyakan adanya beberapa pasien pergi berobat di Timor leste. Namun masalahnya memang, disana Maluku belum ada imigrasi. Sehingga karena faktor kemanusian dirujuk kembali ke Timor Leste.

Sebenarnya, kata Pontoh, tahun 2016 pernah ada alokasi Dana DAK Afirmasi di tiga kabupaten terpencil MTB (Tanimbar), Aru dan termasuk Pulau Lirang di MBD. Hanya saja, dana DAK itu dialihkan oleh Pemda MBD untuk pembangunan Rumah Sakit mengantisipasi Blok Masela.

“Jadi waktu itu ada 12 puskesmas DPTK di SK-kan oleh Menkes, separuhnya mendapatkan bantuan. Hanya untuk daerah di Pulau Lirang, pertimbangannya saat itu, ada yang menjadi prioritas sehingga dana ini dialihkan untuk pembangunan Rumah Sakit mengantisipasi Blok Masela, itu alasan dari Pemdanya,” tuturnya.

Di tahun ini, kata dia, lewat Dinkes MBD, akan diajukan usulan untuk pembangunan RS di Lirang karena surat dari Kedubes Timor Leste itu. “Tapi tahun ini MBD mendapatkan lagi Dana DAK Afirmasi dan Pulau Lirang di tahun 2020 akan diusulkan Dinkes MBD dengan alasan yang tadi itu karena surat dari kedutaan besar (Timor Leste),” terang Pontoh. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *