by

Warga Kota Apresiasi Traffic Light Diselingi Lagu

-Kota Ambon-550 views

AMBON,MRNews.com,- Warga Kota Ambon memberikan apresiasi kepada pemerintah kota (Pemkot) Ambon yang berinisiatif untuk membuat sebuah kreasi dan modifikasi seluruh traffic light dengan diselingi berbagai jenis lagu-lagu, baik khas Maluku, Indonesia maupun mancanegara tergantung setiap moment, ketika traffic light telah menunjukkan lampu merah, yang mengisyaratkan pengendara harus berhenti sejenak.

Terkini, sejumlah lagu bertema valentine day atau hari kasih sayang yang jatuh tiap tanggal 14 Februari diantaranya My Valentine yang dinyanyikan Jim Brickman dan Martina McBride, When I Fall In Love lagu khas Nat King Cole diperdengarkan sejak Senin, (11/2/19). Meski telah dimulai sejak Natal tahun 2018 dengan memutar lagu nuansa Natal.

Sopir angkot jurusan Kayu Putih, Boy Oraple mengaku, diputarnya lagu di lampu merah ketika semua kendaraan berhenti, merupakan sesuatu hal yang berbeda dan baru terjadi di kota Ambon. Ini tentu bagus, agar bisa menjadi pelepas kepenatan ditengah kesibukan, apalagi musiknya yang syahdu.

“Baru pernah ada di Ambon. Akang bagus skali karena bisa sadiki hibur katong e. Pas lagi capek karena membawa oto (mobil-red) satu hari, bisa stop sebentar lah dengar. Bagus kalo akang tarus ada, seng cuma skali-skali saja,” ujarnya dengan dialek Ambon kepada media ini di seputaran lampu merah Jalan Raya Pattimura, Selasa (12/2/19).

Senada dengan Boy, seorang pengendara sepeda motor, Andi Rachmat juga beri apresiasi untuk pemerintah kota karena berikan kreasi yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain untuk mendukung Ambon sebagai kota musik dunia, tetapi juga positif bagi masyarakat untuk bisa menaati rambu-rambu lalu lintas.

“Beta baru pernah dengar lagu-lagu putar itu pas tahun baru cina atau Imlek. Karena akang pung bunyi basar, saminggu baru ganti. Ini bagus lah, karena pas lagu babunyi masyarakat yang bawa motor sudah tahu kalau lampu merah dan harus stop sebentar. Abis lagu, baru lanjut jalan. Ini bagus supaya orang seng langgar aturan lalu lintas, lalu par hilangkan capek di jalan karena lagu babunyi,” bebernya.

Sedangkan, salah satu warga yang adalah pejalan kaki, Susan Tehupuring mengatakan, langkah ini bagus supaya ada ketertiban berlalu lintas ketika lagu berbunyi yang menandakan harus berhenti sejenak dan memberi ruang kepada pejalan kaki untuk menyeberang di zebra cross. “Karena biasanya, sudah lampu merah tapi ada saja pengendara baik itu roda dua maupun roda empat yang menerobos, sehingga sangat membahayakan keslamatan sesama pengendara maupun masyarakat,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon, Robby Sapulette akui pihaknya sudah membuat inovasi untuk mendukung Ambon sebagai kota musik dunia. Dimana seluruh traffic light telah “disulap” dengan selingan lagu khas Maluku, Indonesia maupun mancanegara sesuai moment, tak hanya berisi himbauan agar selalu membawa surat-surat dan kelengkapan berkendara. “Langkah itu dimulai Desember 2018 tepat hari Natal. Pasca rapat bersama dan adanya dorongan Bekraf RI untuk mewajibkan setiap OPD Pemkot berinovasi guna mendukung Ambon kota musik dunia,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed