Walikota Turut Doakan IAIN Ambon Jadi UIN

AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon Richard Louhenapessy turut mendukung dan doakan agar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon kedepan bisa beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Kelayakan itu karena IAIN Ambon dipandang telah banyak memberikan kontribusi nyata bagi Ambon, Maluku dan juga Indonesia, tak hanya di bidang pendidikan dan keagamaan tetapi juga di bidang kesenian sehingga yang membuat pula jadi faktor pendukung Ambon menjadi kota musik dunia oleh UNESCO.

“Harus diakui IAIN telah berkontribusi luar biasa juga bagi kota Ambon. Saya berdoa semoga IAIN bisa menjadi UIN di kota Ambon. Karena dalam strategi Ambon menjadi kota musik dunia UNESCO, salah satu kontribusi yang diberikan untuk Ambon ini juga berasal dari IAIN Ambon,” beber Louhenapessy saat menjamu para wakil rektor I IAIN se-Indonesia di rumah jabatan walikota, Karang Panjang, Minggu (3/11/19).

Sebab menurut dia, satu-satunya IAIN di Indonesia yang memiliki studio rekaman untuk jenis musik etnis keagamaan hanya ada di IAIN Ambon. Kontribusi ini juga yang turut memberikan pertimbangan pada UNESCO untuk menetapkan Ambon sebagai satu-satunya kota pertama di Asia Tenggara kota kreatif yang berbasis musik, kota keempat di Asia dan kota ke 31 di dunia kategori musik. Sebuah pengakuan luar biasa dari UNESCO kepada Ambon dan kontribusi yang ada semua sangat berarti untuk Ambon. Karena memang hubungan persaudaraan, toleransi menjadi kekuatan dari kota ini.

“Tanggal 9 nanti ada grup band besar dunia akan show di Ambon, juga 25 November Ambon akan jadi tuan rumah festival qasidah skal besar tingkat nasional. Harapan kami, kalau ada kekurangan-kekurangan selama berada di Ambon biarlah itu sampaikan kepada saya lewar pa Mochdar atau pa Abidin. Namun kalau ada hal yang sangat memberi kesan positif biarlah itu dibawa ke kota masing-masing dan kota lain sehingga Ambon dikenang. Kita doakan disertai perjuangan bersama semoga IAIN Ambon bisa beralih ke UIN,” ungkapnya sekaligus menutup pertemuan wakil rektor I IAIN se-Indonesia di kota Ambon.

Sementara wakil rektor I IAIN Ambon Mohdar Yanlua katakan, pada 23 Oktober lalu, pihaknya dengan 11 Perguruan Tinggi IAIN telah mempresentasikan hasil analisis peralihan ke UIN di hadapan Kementerian Agama (Kemenag), beberapa diantaranya yakni Manado, Sorong, Jember, Gorontalo. Dimana dari 11 calon itu, 9 PT IAIN dipandang layak beralih ke universitas.

“Peserta pertemuan wakil rektor I selama kurang lebih dua hari ada 35 orang. Perlu diketahui, wisuda IAIN Ambon Desember nanti ada basudara non Muslim akan menjadi sarjana, kurang lebih 4 orang di jurusan komunikasi penyiaran Islam. Terima kasih atas jamuan ini, semoga pemerintah dan masyarakat kota Ambon serta IAIN bisa bersama memajukan kota Ambon lebih baik kedepan. Doakan agar perjuangan menuju ka UIN bisa tercapai tahun depan,” tutur Mohdar. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *