Walikota Minta GMKI Ambon PD & Tunjukkan Eksistensi

AMBON,MRNews.com,- Di usia ke-62 pada 5 Oktober 2019, Walikota Ambon Richard Louhenapessy meminta kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon harus tampil dengan percaya diri (PD) dan berada pada bagian terdepan untuk menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi yang menempa dan menyiapkan calon-calon pemimpin kota, provinsi dan nasional. Sebab sebagai organisasi kepemudaan dan berciri Kekristen ini dipakai Tuhan untuk lahirkan pemimpin di segala bidang.

“Perjalanan 62 tahun adalah karya nyata Tuhan bagi GMKI Cabang Ambon. Mari kita bersyukur karena kita dijaga sampai saat ini oleh Tuhan terutama dari bencana. Saya percaya 10-15 tahun mendatang, dari GMKI akan lahir pemimpin yang akan menjadi Walikota gantikan saya. Maka sebagai kader GMKI harus percaya diri, tidak boleh malu apalagi takut. Ini pernyataan walikota tetapi juga senior GMKI,” pinta Walikota saat menghadiri syukura Dies Natalis ke 62 GMKI Cabang Ambon di Gereja Maranatha, Jumat (4/10/19) malam.

Merayakan ulang tahun, sebutnya, ada tiga filosofi yang lazim menjadi pijakan yakni tentang masa dulu (sejarah dan evaluasi proses), sekarang (mempersiapkan diri menghadapi tantangan kekinian dan kedepan (tentang tindakan yang harus dilakukan mengikuti perkembangan zaman). Dimana era sekarang, GMKI tidak lagi mencari jati diri dan tujuan organisasi, tapi sesungguhnya telah menemukan itu yaitu mengabdi bagi bangsa dan negara lewat tiga medan gumul bergerakan gereja, masyarakat dan perguruan tinggi. Maka penting untuk setiap kader GMKI harus menunjukkan jati diri yang kuat di tiga medan gumul.

“Banyak orang tidak paham bagaimana dia berorganisasi. Mesti dimakanai bahwa GMKI dan organisasi lain tak lebih dari sebuah tempat persemayaman. Disitu wadah untuk ditempa, disemai selanjutnya dipindah ke tempat baru agar bisa berkembang. Saya ingin kader GMKI harus berkembang, tidak boleh statis. Sebab sekarang ini tantangan kita semakin berat apalagi di era modern, revolusi industri 4.0, yang mana segala proses akan beralih ke teknologi, tak lagi memakai tenaga manusia. Hanya orang yang punya kualitas saja yang akan dipakai pasar. Ini menjadi catatan serius GMKI Ambon,” harap mantan Sekretaris Cabang GMKI Ambon era 70-an.

Sementara Koordinator Wilayah (Korwil) XI PP GMKI Vembriano Lesnussa katakan, spirit 62 tahun GMKI Cabang Ambon harus tetap terpatri di semua pengurus dan anggota GMKI karena gerakan ini akan terus ada untuk melahirkan calon-calon pemimpin daerah serta bangsa dan negara. Juga mengawal kemaslahatan orang banyak di tiga medan gumulnya, gereja, masyarakat dan perguruan tinggi. “Tapi pengurus masih gagal untuk menarik minat mahasiswa masuk GMKI sebab belum bisa ciptakan inovasi di era teknologi. Tantangan GMKI hari ini juga adalah intoleransi yang harus terus dilawan,” pesannya.

Sedangkan, Jopi Patty mewakili senior members-friends GMKI Ambon mengaku, banyak kekurangan masih dialami GMKI hari ini, nilai-nilai bergerakan makin terdistorsi karena pengaruh negatif teknologi, seringnya mengabaikan kepentingan tiga medan layanan bahkan masih berkutat pada persoalan internal. Maka diharapkan usia 62 tahun menjadi starting poin bagaimana menciptakan ruang inovasi, kreasi dan pengembangan bergerakan sehingga semua orang nyaman dalam ber-GMKI.

” Tanggungjawab kita di usia 62 ini adalah bersama-sama melihat dan menuntaskan pembangunan student center yang direncanakan di tahun ini rampung sebagian,” harapnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *