by

Walikota, Ketua DPRD & Sekkot Batal Divaksin Covid-19

AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury dan Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon A.G Latuheru batal jalani vaksinasi Covid-19 pada tahap awal vaksin di Maluku yang berlangsung di RSUP dr Leimena Ambon, Jumat (15/1/2021).

Batalnya ketiga pejabat tersebut disuntik vaksin diketahui pada meja kedua (2) saat dilakukan skrining dan wawancara. Dimana Walikota secara tekanan darah normal namun terbentur usia yang sudah 64 tahun atau ambang batas syarat vaksin hanya 18-59 tahun.

“Dari segi persyaratan sebetulnya begitu. Cuma faktor umur saja. Saya memenuhi syarat dari tensi darah cuma usia sudah lebih dari 60. Jadi mesti pending dulu,” tandas Walikota.

Sebetulnya kata Louhenapessy, dirinya ingin untuk bisa menjadi contoh bagi masyarakat guna membuktikan kalau vaksin itu aman, tapi karena persyaratan kali pertama ini tidak bisa diatas 60 jadi menyesuaikan.

“Kalau misalnya persyaratan bisa diatas 60, tentu kita harus jadi contoh dong. Presiden saja bisa, masa kita tidak. Resiko jadi pemimpin itu kan harus jadi contoh buat rakyat,” jelas politikus Golkar.

Sedangkan Sekot, awalnya lolos registrasi. Namun, saat ke meja kedua yaitu skrining, batal lanjut ke meja ketiga untuk suntik vaksin karena tekanan darah naik 160. Sebab minimal vaksin tekanan darah harus 150/90.

“Saya sebetulnya siap untuk divaksin. Tapi tadi setelah dicek, tekanan darahnya 160. Jadi mereka (petugas-red) bilang istirahat sebentar atau 7 hari kemudian baru balik lagi divaksin. Kalau segi usia saya memenuhi syarat,” pungkas Latuheru.

Ditempat sama, juru bicara vaksinasi Covid-19 pemerintah provinsi dr Dony Rerung mengaku, tahap pertama ini 31 orang teregister ulang vaksin Covid-19 di RSUP Leimena.

“Tapi 7 orang diantaranya batal vaksin karena umur, tekanan darah dan ada gejala comorbid,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed