by

Walikota Ambon Tak “Restui” Keinginan Gubernur Murad Soal BTM

AMBON,MRNews.com,- Permintaan Gubernur Maluku Murad Ismail agar sekolah atau belajar tatap muka (BTM) di Kota Ambon mesti segera berjalan dengan protokol kesehatan (Prokes) tidak “direstui” Walikota Ambon Richard Louhenapessy.

Louhenapessy katakan, sesuai kebijakan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim terakhir itu, sekarang ada 163 kota yang menjalankan sekolah tatap muka.

“Khusus di Maluku, Kota Ambon belum termasuk harus menjalankan sekolah tatap muka. Tidak semudah yang dibayangkan dan diandaikan. Sebab butuh perencanaan dan implementasi yang matang, terstruktur,” tegasnya usai canangkan kegiatan jelang HUT ke-446 di Tribun Lapangan Merdeka.

Karena itu, sebut Walikota, pihaknya ingin kejar atau persiapkan kondisi anak-anak agar ketahanan tubuh mereka kuat dan tidak mudah terpapar, salah satunya dengan menggiatkan vaksinasi bagi mereka.

“Saya mau kejar atau persiapkan kondisi anak-anak dulu. Coba bayangkan saja, anak-anak itu tidak bisa untuk jaga jarak, nggak bisa. Mereka akan bersenda gurau, berpeluk pelukan. Mereka tanpa sadar mungkin tidak akan pakai masker,” ingatnya.

“Betul mereka kuat tapi ketika mereka pulang ke rumah ada virus dibawa, orang tuanya bisa kena. Orang di rumah bisa kena semua. Itu yang harus kita antisipasi agar jangan lagi timbulkan masalah baru,” tandasnya, Jumat (27/8).

Apabila siswa/siswi minimal 75 persen sudah vaksin, tentu kata Walikota, dirinya akan pertimbangkan untuk sekolah tatap muka berjalan sebagaimana yang diharapkan. Namun memang kondisinya belum bisa.

“Karena anak usia 12-17 tahun memang yang sudah vaksin masih dibawah target, baru 10,1 persen atau 3.369 orang per Rabu 25 Agustus, dari target 33 ribu,” tukasnya.

Bahkan Louhenapessy tegaskan, setelah vaksin anak remaja selesai pun dan sebelum sekolah tatap muka akan jalan, dirinya akan konfirmasi lagi apakah orang tua anak-anak sudah vaksinasi atau belum.

“Karena supaya semua aman dan serentak membentuk herd immunity. Lalu anggota keluarganya. Kita akan teliti lagi semuanya. Ini hanya demi kepentingan Ambon tangguh dalam menghadapi tantangan apapun juga,” kuncinya.

Sebelumnya, Gubernur Murad meminta agar penyelenggaraan pembelajaran di sekolah yang tadinya berlangsung daring atau jarak jauh akibat pandemi Covid-19, saat ini sudah bisa dilaksanakan melalui tatap muka namun secara terbatas dan tetap mematuhi Prokes.

“Saat ini 10 kabupaten/kota di Maluku sudah terapkan tatap muka terbatas atau 50 persen kehadiran siswa di kelas, hanya Kota Ambon saja yang masih daring,” katanya usai rapat koordinasi evaluasi pembukaan sektor pendidikan selama PPKM di Maluku yang dibuka Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan secara virtual, Kamis (26/8).

Menurutnya, dengan turunnya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Ambon yang kini sudah level 3, maka sekolah-sekolah di Ambon sudah bisa dibuka.

“Kalau PPKM masih level 4, maka tetap laksanakan pembelajaran daring. Sekarang Ambon sudah level 3, tempat hiburan sudah dibuka, sekolah juga harus dibuka, namun tetap dilaksanakan secara terbatas dan mematuhi Prokes” jelasnya.

Hasil evaluasi pembukaan sektor pendidikan selama masa PPKM di Maluku, kata Murad, salah satu dampak positifnya adalah meningkatnya kesadaran guru, orang tua, dan siswa, tentang pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran.

“Namun masih ada kendala, sebagian siswa yang tidak memiliki smartphone karena ketidakmampuan orang tua. Diluar Kota Ambon, masih banyak daerah juga yang blankspot atau tidak ada jaringan selulernya,” ungkap mantan Dankor Brimob Polri ini.

Dalam mengimplementasikan SKB 4 Menteri yaitu Mendagri, Menteri Pendidikan, Menteri Agama, dan Menteri Kesehatan, tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa Pandemi Covid-19, maka status PPKM daerah-daerah di Maluku saat ini sudah memungkinkan agar pembelajaran berlangsung secara tatap muka terbatas.

“Pembelajaran di sekolah sudah bisa tatap muka terbatas, disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing dan tetap mematuhi Prokes,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed