by

Waktu Dekat, Pemkot Ambon Kirim 15 Pekerja Migran ke Australia

AMBON,MRNews.com,- Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Ambon Steven Patty katakan, dalam waktu dekat Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan mengirimkan 15 pekerja migran ke Australia sebagai perawat Lansia.

“Pasca ditekennya nota kesepakatan antara Pemkot Ambon yang wakili Wakil Walikota (Wawali) Ambon Syarif Hadler dengan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani kemarin, dalam waktu dekat kita akan kirim 15 pekerja migran ke Australia sebagai perawat Lansia,” tandas Patty.

Menurutnya, hal itu bagian dari rencana kerja yang telah disusun bersama antara
BP2MI bersama Pemkot Ambon telah sebagai tindaklanjut penandatanganan nota kesepakatan.

BP2MI menurut Patty, telah berkomitmen akan menginformasikan kepada Pemkot apabila ada kebutuhan tenaga migran asal Indonesia dari negara luar seperti Jerman, Jepang, Korea, dan Australia.

“Tidak ada batasan untuk jumlah maupun syarat keahlian tertentu. Semua tergantung kebutuhan negara tujuan, ada yang membuka lowongan untuk perkebunan, housekeeping, maupun perawat,” akunya kepada media ini via seluler, Minggu (19/12).

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Ambon melakukan penandatanganan nota kesepakatan dengan BP2MI tentang penempatan dan pelindungan pekerja Migran Kota Ambon.

Penandatanganan dilakukan Wawali Ambon, Syarif Hadler didampingi Kadisnaker Ambon Steven Patty, dengan Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Aula kantor BP2MI, Jakarta, Sabtu (18/12).

Usai teken kesepakatan, Wawali katakan, BP2MI adalah lembaga non kementerian yang bertugas sebagai pelaksana kebijakan dalam pelayanan dan pelindungan pekerja migran Indonesia secara terpadu.

Penandatanganan ini lanjutnya, menandai kerjasama kedua belah pihak dalam upaya penempatan dan pelindungan pekerja migran dari wilayah Kota Ambon.

“Objek dari nota kesepakatan ini adalah pelaksanaan pendidikan, pelatihan, ketrampilan, fasilitasi, penempatan, termasuk sosialisasi dan koordinasi antara Pemkot dan BP2MI,” ungkapnya.

Dengan dimulainya kerjasama ini, sambung Hadler, akan membuka peluang bagi warga kota Ambon yang ingin bekerja ke luar negeri, dimana permintaan untuk tenaga kerja migran asal Indonesia masih sangat tinggi.

“Permintaan untuk tenaga kerja migran asal Indonesia masih sangat tinggi, sebab itu peluang ini harus kita manfaatkan bagi warga kota Ambon,” beber politisi kawakan asal PPP.

Kerjasama dengan BP2MI juga untuk menjamin pelindungan pekerja migran sebelum bekerja dan setelah bekerja.

“BP2MI juga akan memfasilitasi kepulangan pekerja migran apabila terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, seperti peperangan, wabah penyakit atau ada pekerja migran yang bermasalah di negara tujuan,” pungkas Wawali. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed