by

Waiheru & Latta Kampung Tangguh ke 15 & 16, Sisakan 14 Desa

-Kota Ambon-63 views

AMBON,MRNews.com,- Desa Waiheru & Desa Latta Kecamatan Baguala menjadi kampung tangguh nusantara (KTN) ke-15 dan 16 di Kota Ambon yang sudah dilaunching untuk menopang ketahanan pangan maupun kesehatan masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

Dengan demikian tersisa 14 desa lagi yang diupayakan dan didorong bisa segera mengikuti jejak 16 desa sebelumnya agar jadi kampung tangguh dan produktif baik disektor pertanian maupun perikanan.

“Masih kurang lebih 14 desa lagi. Ini kita lagi dorong. Intinya satu, jangan seremonial tapi betul-betul partisipasi masyarakat ketangguhannya itu yang utama. Dalam waktu dekat akan ada dua lagi yaitu Desa Amahusu dan Hative Besar yang sudah bersedia,” sebut Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Jumat (13/11).

KTN ini kata dia, merupakan gagasan brilian TNI Polri. Karena diakui pandemi Covid-19 ini berdampak luar biasa. Untuk menjaga kondisi selama itu dengan menciptakan kondisi tangguh, dimulai dari diri pribadi lewat disiplin, lalu keluarga, lingkungan dan lebih besar komunitas sosial.

Dalam program Polresta pulau Ambon dan Pp Lease yang secara spesifik di Ambon disebut dengan kampung SAGU. Artinya S itu kampung yang sehat, A adalah kampung aman, G yaitu gotong royong dan U bermakna unggul. Dinamakan demikian supaya betul-betul juga menjaga kearifan lokal dan budaya masyarakat setempat.

“Kalau ini dilaksanakan kita berharap kita bisa menjadi media sosial yang unggul. Terima kasih kepada masyarakat Latta dan Waiheru yang berinisiasi kampung tangguh lewat penguatan ekonomi masyarakat terutama disektor perikanan,” jelasnya saat launching Waiheru & Latta sebagai KTN di Perumnas Waiheru.

Dirinya berharap tidak melihat dari takaran seremonialnya. Tapi dari seremonial ini bisa memberi stimulan kepada desa lain agar segera mendorong masyarakatnya menjadi masyarakat yang tangguh.

“Saya berharap sungguh launching hari ini akan terus membawa kabar baik kepada desa lain untuk terus menggerakan masyarakat agar tangguh dimasa Pandemi Covid-19,” harap Louhenapessy.

Sementara Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar menegaskan, sasaran kampung tangguh juga adalah kampung tangguh dalam Kamtibmas. Dan di Maluku ada nilai kerafian lokal yang kalau ada masalah cepat diatasi.

“Bila ada gangguan Kamtimbas yang terjadi secepat mungkin diselesaikan dilevel terdepan. Itu akan menjadi mudah, resiko tidak besar. Tapi dalam aspek Kamtibmas itu dilihat disini (Waiheru & Latta) termasuk daerah yang kecil gangguan Kamtibmasnya. Ini yang membuat kita merasa senang,” ungkap Kapolda. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed