by

Wagub Dukung Polisi Proses Hukum Sang Ajudan

AMBON,MRNews.com,- Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Zeth Sahuburua mendukung dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian direktorat reserse narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku, terhadap ajudannya berinisial Bripka MP (36) yang harus mendekam di penjara karena tertangkap tangan mengkonsumsi narkoba jenis Shabu bersama dua rekannya, RH (32) dan TM (32).

“Biar kita percayakan kepada pihak kepolisian, soal masalah ini. Karena sudah masuk ranah dan ditangani polisi. Kita serahkan dan percaya saja ke pihak kepolisian, proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Wagub kepada awak media di kantor Gubernur Maluku, Jumat (22/2/19).

Tertangkapnya MP dan dua rekannya oleh Ditresnarkoba di kediaman Wakil Gubernur di Karang Panjang, Senin (18/2/19), diakui Sahuburua adalah kebetulan saja. Apalagi pada saat itu, dirinya tidak berada di kediaman, karena sedang tugas ke luar daerah. “Di rumah dinas, itu kebetulan saja. Intinya, saya tidak mau menjelaskan lebih karena itu sudah masuk di urusan polisi. Apalagi saat penangkapan itu, saya tidak ada di kediaman. Sehingga yah, kalau semuanya sudah ada di polisi, biarlah berjalan sesuai proses hukum,” tambah Wagub.

Sebelumnya diberitakan, akibat memiliki dan menggunakan narkotika jenis Shabu, anggota polisi berpangkat Bripka yang kabarnya adalah ajudan Wakil Gubernur Maluku berinisial MP (36) dan dua orang aparatur sipil negara (ASN) pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, inisial RH (32) dan TM (32), ditangkap anggota Ditresnarkoba Polda Maluku di rumah dinas pejabat Pemprov Maluku, Senin (18/2/19) lalu.

Sebelum menangkap ketiganya, di hari yang sama anggota Ditresnarkoba terlebih dahulu membekuk satu orang berinisial AW (39), karyawan swasta, di penginapan GI, Jalan Anthony Reebok, bersama sejumlah barang bukti. Terhadap AW, disangkakan melanggar pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (1), pasal 127 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Hal tersebut terungkap dari Direktur Narkoba Polda Maluku, Kombes Pol Thein Tobero dalam keterangannya kepada awak media di Markas Ditresnarkoba Polda Maluku, Kamis (21/2/19).

“Terkait kasus ini, dari tersangka pertama AW, kita dapat menyita barang bukti dan telah kami ungkap serta bawa kesini 1 paket narkoba golongan I. Kita temukan di penginapan GI, kamar 303. Kemudian dari AW kita lakukan pengembangan kasus ini, dapatlah atas nama tersangka MP (36) seorang anggota Polri. Kami tidak menutup-nutupi walaupun dia anggota Polri tetap kami tangkap. Ini sudah memalukan institusi Polri,” kata Thein.

Dari ketiga tersangka, kata Thein, polisi menemukan ada 26 barang bukti (BB) paket kecil narkotika golongan I bukan tanaman yang dijual disini sesuai keterangan tersangka harganya Rp 2,5 juta per paket. Kemudian 2 paket narkoba besar golongan I bukan tanaman dan telah dihitung beratnya 100 gram (1 ons), 1 set alat isap (bong) yang siap dipakai untuk berpesta narkoba, 5 pak plastik klem putih bening, 1 alat timbangan. Juga tiga buah HP, 1 gunting, 1 pisau karter dan korek api gas.

“Mereka bertiga digrebek saat pakai narkoba di kamar, salah satu rumah dinas pejabat dan barangnya pada MP. Terhadap tersangka MP, disangkakan melanggar pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 1, pasal 127 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan untuk tersangka RH dan TM, kita kenakan pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar Thein. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed