by

Visit Ambon: Sasar Market Belanda & 6-7 ribu Wisatawan

-Kota Ambon-490 views

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah melaunching Visit Ambon atau tahun kunjungan wisata 2020 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Amahusu Beach-Negeri Amahusu, Sabtu (1/2/2020) malam.

Target besar pun disiapkan dengan market atau pasaran utama masyarakat Maluku di Belanda. Dengan planning wisatawan Belanda khususnya sebanyak 6-7 ribu orang.

Selain visit Ambon 2020, juga dilaunching Ruang Terbuka Publik (RTP) Amahusu Beach, launching penggunaan wifi gratis tanpa user name dan password pada 15 titik di kota Ambon, calender of event pariwisata 2020, pelantikan Ambon Promotion Board serta pelantikan LPPD kota Ambon yang baru.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy berharap betul dari visit Ambon 2020 ini yang telah dimulai dan puncaknya pada bulan November 2020, akan berdampak terhadap ekonomi kota secara signifikan. Karena market yang disasar sebetulnya masyarakat Maluku yang ada di Belanda dengan target 6-7 ribu orang wisatawan.

“Jadi misalnya dari masyarakat Maluku, terakhir saya ke Belanda ada kurang lebih 3 ribu orang yang mendaftar ikut visit Ambon. Kalau kita dapat 5-6 ribu saja lalu katakanlah setiap orang dia menghabiskan paling kurang 1 ribu euro berarti Rp 16 juta. Maka kalau 5 ribu orang, akan habiskan 5 ribu euro maka tinggal dihitung saja dampak besar bagi ekonomi Ambon,” harap Louhenapessy usai launching.

Oleh karenanya, menurut Louhenapessy, semua elemen harus betul-betul serius. Sebab jika pendekatan dari visit ini bisa mencapai paling tidak 80-85 persen dari target 100 persen, sudah sangat memadai.

“Dari seluruh kegiatan kita, katakan seluruhnya sukses 100 persen kita 85 persen saja, sudah membantu sambil kita benahi lagi untuk kedepan,” imbuhnya.

Dengan target market 6-7 ribu orang, dimana per Desember 2019 sudah ada 3 ribu orang mendaftar, dirinya optimis apa yang menjadi perencanaan bisa tercapai. Akibatnya pemerintah mengalami kesulitan untuk hotel, penerbangan.

“Yah itu yang menjadi masalah dan mereka datang secara cicil nantinya. Karena puncak visit Ambon pada Oktober-November,” beber politisi Golkar.

Disinggung apakah kemungkinan menyasar negara Asia dan Eropa lain, Walikota akui memang lagi dorong. Dengan market utama Eropa di Belanda. Tapi juga membuka komunikasi dengan masyarakat Maluku di Amerika, Australia dan negara-negara Asia lain.

“Itu kita dorong. Apalagi acara visit dilaunching secara live lewat internet jadi dia berdampak besar. Saya cek Kominfo-Sandi, sebelum mulai kurang lebih 10 ribu orang mengakses launching visit Ambon. Itu khan positif. Semua itu bagian dari mempromosikan Maluku secara global. Sebab Ambon ibukota provinsi, agak susah untuk menggerakan kab/kota lain jika kita tidak mulai,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed