by

Vaksinasi Lansia, Dinkes Buatkan 50 Pos Tambahan di Desa/Negeri

AMBON,MRNews.com,- Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk warga lanjut usia (Lansia) akan dilakukan bertahap mulai Rabu (3/3). Untuk mempercepat penyuntikan vaksin, dinas kesehatan (Dinkes) Kota Ambon akan membuat 50 pos tambahan yang tersebar di 50 Desa/Negeri.

Kepala Dinkes Kota Ambon Wendy Pelupessy menyatakan, sesuai data BPS, Lansia di Kota Ambon berjumlah 29 ribu. Dimana sesuai arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk tahap awal vaksinasi targetnya 38 persen.

Penambahan 50 pos penyuntikan vaksin diakuinya, lantaran keterbatasan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di Kota Ambon yang hanya berjumlah 29 yakni 22 Puskesmas, 6 rumah sakit dan 1 KKP. Sebab tidak semua desa negeri dan kelurahan miliki Puskesmas, sehingga harus ditambah pos.

“Untuk yang pertama divaksin ini berjumlah 5000 Lansia. Nanti ada 50 pos yang kita sediakan di 50 desa/negeri. Dibukanya pos tambahan merupakan satu-satunya cara untuk mendekatkan para Lansia dengan tempat penyuntikan vaksin,” ujar Wendy kepada awak media di Kota Ambon.

Terhadap mobilisasi Lansia ke lokasi vaksinasi, Wendy mengaku, hal itu telah dikoordinasikan dengan kepala desa/kelurahan yang mana hal itu menjadi tanggungjawab kepala desa, Raja atau lurah masing-masing.

Penyuntikan vaksin Covid-19 kepada Lansia mandiri sebutnya, akan dilakukan terlebih dulu kepada Lansia yang berdomisili di Kecamatan Sirimau selama tiga hari yang dimulai besok. Setelah itu dilanjutkan di kecamatan Nusaniwe juga tiga hari.

“Untuk Kecamatan Baguala akan digabungkan dengan Kecamatan Teluk Ambon, yang mana vaksinasi akan dilakukan selama dua hari,” beber Pelupessy.

5000 Lansia yang akan disuntik vaksin tahap dua tambah Wendy, masuk kategori Lansia mandiri tipe A atau dengan kata lain bisa berjalan dan naik tangga sendiri, tidak capek. Mereka didahului, agar proses vaksinasi bisa berjalan dan selesai sesuai target.

“Sama halnya dengan penerima vaksin pertama, vaksin untuk Lansia juga dilakukan sebanyak dua dosis, dengan jangka waktu 28 hari. Kalau usia 18-59 itu jangka waktu dosis satu ke dua 14 hari, kalau Lansia di atas 60 tahun jeda waktu 28 hari,” urainya.

Diketahui, penyuntikan vaksin Lansia terpusat, telah dilakukan lebih dulu di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Inakaka Passo, Kecamatan Baguala. 51 Lansia telah ikuti screening namun baru lima sampai enam orang yang lolos syarat divaksin. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed