by

Utamakan PHBS, Kunci Cegah Masuknya Covid 19

-Kesehatan-308 views

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengajak masyarakat utamakan cara atau pola hidup sehat dan bersih (PHBS). Itu menjadi salah satu kunci mencegah masuknya Coronavirus Disease (Covid-19) yang saat ini sudah ada di Indonesia dengan dua warga positif Covid 19. Pemkot pun telah membentuk tim khusus dari berbagai stakeholder guna cegah dan kendalikan Covid 19.

“Tidak cukup dengan pakai masker. Terpenting dan perlu diketahui adalah utamakan pola atau cara hidup sehat. Misalnya, mencuci tangan dengan sabun usai bersentuhan dengan orang atau benda-benda tertentu. Bukan sekali saja, tapi bisa dilakukan berulang kali,” ajak Sekretaris Kota Ambon A.G Latuheru dalam press confrence di VIP Room Balaikota Ambon, Senin (2/3/2020).

Selain sering mencuci tangan pakai sabun, sebut Latuheru, juga bisa menggunakan masker bila batuk atau pilek, mengkonsumsi gizi seimbang, perbanyak makan sayur dan buah, rajin olahraga dan istirahat yang cukup, jangan mengkonsumsi daging yang tidak masak, serta hati-hati kontak dengan hewan.

“Sosialisasi sebenarnya sudah dilakukan dinas kesehatan (Dinkes) dan di Puskesmas sudah okey. Bahkan provinsi sudah juga disosialisasi. Mereka bukan saja sosialisasi ke Dinkes kabupaten/kota saja tapi SKPD di provinsi. Jadi kita kolaborasi untuk menangani masalah ini,” sebut Latuheru.

Kolaborasi dan koordinasi lintas sektor kata dia, sangat penting. Meski pintu-pintu masuk di pelabuhan dan bandara untuk pengecekan arus masuk keluar orang bukan domain Pemkot tapi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan stakeholder di provinsi, tapi Pemkot juga akan terus memantau. Terutama ketersediaan alat dan berfungsi tidaknya alat thermo scanner.

“Sebab Covid 19 ini ketika masuk dia tidak bertanya, ale ni kota atau provinsi, sudah terima sosialisasi atau belum. Karena itu kita harus kerja sama-sama untuk bisa mengatasi masalah ini,” ajak Latuheru.

Sementara Kasie Survailance dan Imunisasi Dinkes Maluku dr Daud Samal mengaku, thermo scanner yang dipasang di bandara dan pelabuhan tupoksinya KKP. Jika ada penumpang datang, discanner dan kalau suspect dan punya riwayat perjalanan atau kontak dengan negara terjangkit Covid 19 langsung diamankan, maupun sebaliknya. Kantor Imigrasi akan memantau setiap warga asing yang berkunjung.

“Kalau warga negara asing atau WNI yang datang dari negara terjangkit selalu diberikan head alert card. Kartu itu yang menunjukkan atau memberitahukan kepada mereka kalau selama kurang atau dalam 14 hari terdapat gejala, maka dia wajib melaporkan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan baik Puskesmas mupun rumah sakit di lokasi dia tinggal,” jelasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed