Usung Isu HAM & Adat, Wagub Apresiasi MMF 2019

AMBON,MRNews.com,- Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Maluku Mural Festifal (MMF) 2019 yang dikenas dalam Art Champ, Kamis (9/5/19) di Pattimura Park. Pasalnya MMF Art Champ yang setiap tahun digagas Biro Hukum dan HAM Setda Maluku ini menjadi wadah sosialiasi menyebarluaskan isu Hak Asasi Manusia (HAM) dan penegakkan hukum adat kepada masyarakat sebagaimana tema tahun ini.

Diketahui, MMF tahun 2019 adalah yang ketiga kalinya, setelah ekshibisi mural yang sudah berlangsung pada 25 -27 Maret di SMAS Kristen YPKPM dalam bentuk lukisan, eksebisi kedua pada 22-25 April tersebar di pusat kota Ambon yakni di Fardeis Tengah, Jln Anthoni Reebok, Tanah Tinggi, Gang Pos dan Jalan Dr Kayadoe. Puncaknya hari ini hingga 11 Mey nanti. MMF 2019 diikuti oleh sejumlah seniman baik itu musisi, penyair, penari dan pelaku ekonomi kreatif yang berasal dari Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Selain mengapresiasi MMF Art Champ 2019 ini, Wagub juga berterima kasih kepada berbagai pihak yang turut mensponsori kegiatan dimaksud. Dirinya berharap, MMF 2019 ini dapat membantu pemerintah dalam menyebarluaskan HAM melalui seni dan budaya. “Pemda Maluku tentu sangat mengapresiasi dan berterima kasih, karena sudah melaksanakan dan turut mendukung kegiatan ini,” ujarnya saat membuka puncak acara MMF Art Champ 2019.

Sementara, Kepala Biro Hukum Setda Maluku, Hendrik Far-Far dalam laporannya mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku lewat Biro Hukum menyusun program yang merujuk pada strategi pembangunan Hukum dan HAM di Maluku, dengan melaksanakan diseminasi atau penyebarluasan HAM yang bertujuan, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HAM khususnya hak asasi sosial budaya.

“Lewat MMF ini, masyarakat semakin peduli dan memahami serta mendapat bekal yang memadai dalam mengiplementasi aksi HAM secara efektif dan efisien, serta dapat mengetahui kebutuhan mendasar dan aktual terkait hak asasi masyarakat hukum adat itu sendiri. Didasari pemikiran inilah maka bersama komunitas seniman Maluku, Kanvas Alifuru kita laksanakan MMF yang mengangkat beberapa isu yaitu penghormatan terhadap hak adat dan HAM berbasis seni budaya,” tutur Far-far.

Diakuinya, MMF yang diselenggarakan tiap tahun terbukti sukses mendatangakan output, bukti sektoral yaitu peningkatan kesadaran masyarakat tentang HAM serta manfaat pada sektor budaya, parawisata di Maluku, juga meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang HAM berbasis seni budaya. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat Maluku dan pemerintah akan pentingnya seni dalam kehidupan sosial, budaya, keparawisataan, ekonomi kerakyatan dan kepemudaan serta memberdayakan potensi pelaku seni rupa dan ekonomi kreatif di Maluku (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *