Usai Ambon Jadi Kota Musik Dunia, Ini Harapan Musisi

AMBON,MRNews.com,- Kota Ambon telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai kota kreatif berbasis musik atau Ambon UNESCO City of World Music, Kamis (30/10) waktu Paris. Tak sendiri, tapi Ambon bersama 65 kota lainnya di dunia jadi kota kreatif dengan berbagai kekhasan. Harapan pun datang dari warga kota Ambon dengan diterimanya predikat kota musik dunia, salah satunya musisi senior Semi Toisuta.

Toisuta katakan, ditetapkannya Ambon sebagai kota musik dunia UNESCO, mesti dipahami dalam dua dimensi besar, pertama dimensi culture atau budaya. Bahwa dengan memegang brand atau predikat kota musik dunia sesungguhnya lantas menjadi budaya pilar. Artinya Ambon mesti menunjukkan punya eksistensi sebagai kota berbudaya, dimana musik menjadi akar, salah satu kekuatan. Pandangan itu menahbiskan bahwa jangan melihat brand Ambon sebagai kota musik dunia sebagai aksesori.

“Kalau aksesori, habis pakai, buang saja karena sudah rusak. Tidak bisa. Tetapi harus dipandang sebagai budaya pilar. Maksudnya, siapa pemiliknya, budaya itu. Pemiliknya bukan pemerintah kota saja, tetapi pemilik terbesar adalah masyarakat kota Ambon sendiri. Karena itu dalam tanggungjawab berbudaya, memang geliat masyarakat Ambon harus menunjukkan eksistensi bahwa orang-orang itu berjiwa musik dan kalau orang-orang yang berjiwa musik itu halus budi pekertinya, halus jiwanya. Kita musti aplikasikan itu,” harap Toisuta saat diwawancarai di Ambon, Jumat (1/11/19).

Kedua, lanjut kepala taman budaya provinsi Maluku itu, dalam persepektif lebih luas harus melihat dalam soal-soal berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Dimana dari musik lompat ke pertumbuhan ekonomi yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan. Berikutnya, karena masuk dalam kota kreatif UNESCO maka brand ini harus mendorong terjadinya pertumbuhan transformasi edukatif. Pendidikan yang bisa diharapkan dicapai melalui jalan musik. Harus musiknya selalu ikut serta.

“Bagaimana musik bisa dijadikan pintu masuk untuk menggerakan konsep pendidikan yang ada di Ambon. Tentunya konsep pendidikan itu, apakah pendidikan musik, kreatifitas atau entrepreuner semuanya masuk disitu. Kalau kita bisa mendesain itu dalam satu draft perencanaan pembangunan terkait Ambon UNESCO city of world music kedepan, tidak usah ragu. Ambon akan mengalami lompatan yang luar biasa,” yakinnya.

Sementara rapper muda kota Ambon Michael Ruhulessin berharap ada acara resmi yang undang seluruh elemen masyarakat, musisi dan seniman lalu rayakan di lapangan merdeka kemudian resmikan akan bersama-sama Ambon UNESCO city of world music. “Macam kota musik dunia tapi sambutan seng mendunia ka. Tapi beta bangga akang su jadi kota musik. Mari berbenah dan katong tingkatkan kualitas bermusik,” tulis MIC-L, panggilan beken rapper lulusan FISIP Unpatti di laman facebook miliknya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *