by

Tuntutan Pencopotan Sekda Subjektif, GMKI: Ada Gubernur, Wagub & Anggota DPRD

AMBON,MRNews.com,- Aksi joget pada perayaan HUT ke-75 Provinsi Maluku 19 Agustus lalu di Gedung DPRD Provinsi Maluku menuai banyak kritikan oleh kalangan publik Maluku. Bentuk protes dilemparkan ke media sosial maupun aksi demonstrasi.

Tak luput GMKI Cabang Ambon pula menginterupsi Pemerintah Provinsi Maluku lewat aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Maluku beberapa waktu lalu.

Selain aksi demonstrasi, cuitan pada media sosial akan kejadian tersebut juga banyak dilakukan, mengingat peristiwa tersebut terjadi pada masa pandemi Covid-19 yang sampai hari ini sangat menyengsarakan rakyat.

Meski begitu, hal yang ingin disoroti GMKI Cabang Ambon, dimana pada beberapa aksi yang dilakukan sejumlah pihak ada tuntutan yang menginginkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Kasrul Selang dicopot dari jabatannya.

Menurut Ketua GMKI Cabang Ambon Almindes Syauta, hal tersebut sangat aneh dan kelihatan kandungan emosional subjektif akan oknum/individu tertuang didalamnya. Sehingga sungguhlah sangat disayangkan hal demikian dituntut dengan mengatasnamakan rakyat.

“Kami bertolak belakang dengan hal itu. Bukan ingin membela siapapun disini, tidak.
Sangatlah beralasan karena pada moment tersebut bukan hanya Sekda yang bernyanyi dan berjoget namun Gubernur dan Wakil Gubernur, elit birokrasi serta beberapa legislator DPRD Maluku turut serta di dalamnya,” tukasnya kepada media ini di Ambon, Rabu (2/9).

Masuk akal jika menuntut Sekda Maluku mundur dari ketua harian Gustu Covid-19 Maluku sebab penanganan Covid-19 di Maluku tidak mengalami progres dalam menekan penyebaran kasus karena terus meningkat dan aksi joget itu dilakukan ditengah pandemi, tanpa penerapan protokol kesehatan. Namun bila dibelokkan pada keinginan untuk Kasrul selaku Sekda yang dicopot, begitu naif dan berlebihan.

Menurutnya, kalaupun ada sanksi sosial yang diberikan masyarakat patut dan sepantasnya, namun haruslah ada teguran keras dari pemerintah pusat akan tindakan terpuji para pejabat provinsi yang saat itu berpesta tak saja kepada Kasrul, tapi juga Gubernur, Wagub dan pejabat lainnya.

“Pada prinsipnya yang tidak memiliki salah dan dosa didunia ini hanyalah Tuhan yang kita sebut dengan berbagai macam nama dan yang kita sembah dengan berbagaiam macam cara. Kekhilafan hanyalah milik kita selalu manusia biasa ciptaan Tuhan,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed