by

Tumor Besar Diperut, Sebabkan Bayi Helena Tak Selamat

-Kesehatan-608 views

AMBON,MRNews.com,- Selain gizi buruk (kekurangan gizi) yang dialami almarhum bayi Helena Elle, ternyata memang ada penyulitnya yang membuat bayi 8 bulan itu tidak bisa diselamatkan karena memiliki tumor besar diperutnya.

Helena pun meninggal dunia sekira pukul 06.25 Wit hari ini. Jenazah bayi mungil itu pun sudah dibawa orang tuanya ke kediaman mereka di Waitatiri, Desa Suli Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah.

Dokter spesialis anak yang menangani Helena, dr Sriwahyuni Djoko mengatakan, bayi Helena dirawat sekitar satu mingguan di RSUD dr Haulussy-Ambon. Dengan awal keluhan masuk gizi buruk. Tetapi memang ada penyulitnya, dimana dia memiliki tumor diperutnya sehingga membuat perutnya berat.

Saat perawatan kata dia, tim medis sudah fokus untuk memperbaiki gizi dan memang ada perubahan, status gizinya mulai meningkat, lingkar perutnya menurun dengan penambahan berat badan mulai bagus. Tetapi yang permasalahan adalah tumornya.

“Kita mulai cari tahu tumor apa. Dan memang ketemunya adalah tumor, yang kita masih bingung antara tumor ginjal atau tumor dari kista ovarium. Jadi sudah kita lakukan USG, dari hasil USG juga belum jelas untuk melihat gambaran ginajlnya. Kecurigaan masih kearah tumor ginjal,” ungkapnya kepada awak media di poliklinik anak RSUD dr Haulussy, Selasa (4/2/20).

Rencananya memang diakui dr Sri, pihaknya mau rujuk bayi Helena untuk pengobatan lanjutan tetapi saat perawatan beberapa hari terakhir, kondisi pasien menurun. Ada kemungkinan hal itu terjadi karena pendesakan tumornya keatas menekan pusat nafas. Hingga akhirnya pasien Helena menghembuskan nafas terakhirnya sekira pukul 06.25 Wit hari ini.

“Memang mulai jam 4 subuh kondisi pasien sesak nafasnya tambah berat. Kita sudah coba berikan alat bantu nafas dengan beging, pompa nafasnya secara manual. Tapi memang didapatkan kondisi Helena tambah menurun. Seperti itu. Jadi perut yang besar akibat pendesakan tumornya yang besar. Untuk gizi buruk memang kita sudah tangani, mulai ada perbaikan. Tetapi penyulitnya memang dari tumor, abdomennya,” ujarnya lagi.

Dirinya mengaku, penanganan Helena memang terlambat. Sebab penyulitnya tumor besar itu, harusnya diangkat dari usia 2 bulan. Pada saat terdeteksi, ternyata memang sudah terlambat kita tangani karena memang keluarga juga datang terlambat. Keluhan ini sebenarnya sudah diraskan dari usia 2 bulan anaknya, tapi baru datang ke kita usia 8 bulan,” jelasnya.

“Dia (Helena) lahir 4 kilo, normal berat badannya. Tapi pada perjalanannya di usia 2 bulan, mulai muncul tumor dan gizinya mulai menurun disitu. Jadi penyulit dari Helena karena tumornya. Untuk gizi buruknya merupakan satu komplikasi sebenarnya dari tumor abdomen,” sambungnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed