by

Tujuh Target Menjadi Fokus SFDRR

AMBON,MRNews.com,- Tujuh (7) target menjadi fokus Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) atau Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana.

Tujuh target tersebut yaitu mengurangi angka kematian akibat bencana, mengurangi jumlah penduduk terdampak bencana, mengurangi jumlah kerugian akibat bencana dan mengurangi kerusakan infrastruktur akibat bencana.

Kemudian meningkatkan Strategi Pengurangan Resiko Bencana (SPRB) baik itu nasional maupun lokal. Khusus SPRB secara nasional sudah ada Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2020-2044.

“RIPB dimaksud rencana jangka panjangnya yaitu Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 5 tahunan dan diterjemahkan di tingkat Provinsi dan kabupaten/kota juga,” sebut Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo usai Focus Group Discussion (FGD) Capaian SFDRR Strategi PRB tingkat lokal di Ambon, Senin (18/10/21).

Selanjutnya, kata Wibowo, target keenam dari SFDRR yaitu meningkatkan kerjasama internasional dengan negara-negara yang sudah pengalaman dalam penanggulangan bencana agar bisa diterapkan di Indonesia.

Untuk target terakhir yaitu meningkatkan ketersediaan informasi dan Early Warning System (EWS). EWS adalah suatu sistem peringatan/deteksi dini baik itu berupa penambahan alat-alat EWS gempa misalnya sirine, broadcast informasi seperti SMS agar masyarakat sebelum bencana, bisa tahu informasi sehingga lebih siap menyelamatkan diri.

“Itu tujuh target yang kita sepakati secara internasional dan saat ini kita sedang menyusun laporannya. Ini laporan yang kelima yang kita susun dari 2015 sampai 2021 bagaimana capaian Indonesia dalam tujuh target tersebut, bagaimana kematian akibat bencana, naik atau turun,” bebernya.

Diketahui, BNPB melalui Direktorat Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana (PB) membahas capaian SFDRR/Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Kegiatan ini juga rangkaian dari Bulan PRB tahun 2021.

SFDRR ini tambah Wibowo, merupakan komitmen internasional dari negara-negara di dunia terkait penanggulangan kebencanaan.

“FGD ini tentang laporan SFDRR, kerangka global untuk PRB yang disepakati pada waktu UNBRR tahun 2015 di Jepang. Kerangka sendai ini ada tujuh target yang akan kita capai,” kata Wibowo.

Nantinya laporan capaian SFDRR ini akan dipresentasikan Indonesia pada Global Platform for Disaster Risk Reduction Tahun 2022 (GP2022) di Bali dimana Indonesia menjadi tuan rumah.

Global Platform for Disaster Risk Reduction merupakan forum 2 tahunan yang dibentuk PBB United Nations Office for disaster risk reduction untuk mendiskusikan perkembangan dan tren terbaru dalam penanganan kebencanaan.

“Ini ajang pertemuan seluruh dunia untuk membahas kerangka SFDRR dan akan dilaporkan disitu, apakah sudah bagus, sedang atau masih kurang, kurangnya dimana, masalahnya dimana agar nanti kita bisa bekerjsa sama dengan negara-negara lain,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed