by

Titik Rawan di Maluku Kini Hanya 90

-Maluku-128 views

AMBON,MRNews.com,- Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar mengaku, saat dirinya masuk di Polda Maluku, dilaporkan ada 198 titik rawan. Namun selama 9 bulan bertugas, mampu diperas hanya menjadi 90 titik rawan. Itu tidak terlepas dari peran intelijen yang bekerja sangat baik.

“Peran intelijen luar biasa. Produknya banyak, sehingga masalah saya pantau dan bisa dianalisa dengan baik,” ungkapnya saat memberi pembekalan akhir kepada Serdik pengembangan spesialisasi Harkamtibmas fungsi kepolisian gelombang ke II-2020 di Aula SPN Passo Ambon, Kamis (12/11).

Jenderal Bahar mengingatkan anak buahnya menjalankan tugas dan fungsi dengan baik. Karena akan diberi sertifikat telah mengikuti Dikbang, sebab ini program Lemdikpol untuk mengembangkan kemampuan di lapangan. Aplikasi lapangan harus sangat berkesan.

“Ini penting. Bila tugas disuatu tempat kalian harus diagnosa fenomena apa yang terjadi disekitar, catat. Apakah kasus penganiayaan, perkelahian antar kampung, KDRT dan lain agar kita bisa memberi obat yaitu pelayanan, pengayoman terbaik. Begitulah kepolisian dalam bekerja,” harap Kapolda.

Baginya, Intel harus banyak kerja dan siap disalahkan. Karena pada umumnya kalau bisa menjadi contoh, ini akan diikuti semuanya. Apalagi peran polisi ini tidak boleh main politik praktis, harus netral dalam melaksanakan tugas.

“Jangan kita main politik praktis karena tergoda peduli dengan saudaranya, adiknya, kakaknya tapi yang harus dipedulikan yaitu institut kita netral.

Pengalaman tugas dan Dikbang ini tambah mantan Kapolda Sulbar, harus diaplikasikan sehingga pesan-pesan Kamtibmas tersampaikan dengan baik.

“Saya lebih percaya anak buah yang pangkat terendah daripada pengusaha kaya raya dengan harapan lebih pentingkan institusinya. Saya harap personil yang melaksanakan Dikbang ini harus kembali dengan membawa perubahan dan semangat baru,” harap Jenderal Bintang Dua.

Sementara Kepala SPN Passo Kombes Pol Daniel Prio DA mengaku, ada 240 peserta yang mengikuti Dikbang selama 22 hari sejak 23 Oktober lalu dan berakhir besok.

“Sesuai ketentuan Lemdikpol, tidak ada pesiar dan ini program pertama kali diselenggarakan di SPN. Semoga apa yang didapat dan diberikan pendidik bisa diaplikasi sehingga mendapat great yang baik,” tukas Daniel. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed