by

Tinjau Dua Check Point, Gubernur Yakin PSBB Ambon Sukses

-Maluku-148 views

AMBON,MRNews.com,- Gubernur Maluku Murad Ismail yakin Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan di Kota Ambon sedari Senin 22 Juni hingga dua pekan akan berjalan sukses dan mampu menekan kasus penyebaran COVID-19 sehingga tak diperpanjang lagi. Sebab terlihat dari pantauan, masyarakat mulai sadar dan disiplin.

Hal itu diungkapkannya usai meninjau dua pos check point PSBB diperbatasan Ambon-Maluku Tengah (Malteng) di Passo-Larier Negeri Passo dan Desa Hunuth Kecamatan Teluk Ambon, bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Maluku yang juga bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 provinsi, Rabu (24/6).

“Kalau kesadaran masyarakat seperti ini, saya yakin dua minggu kedepan tidak ada lagi perpanjangan PSBB di Ambon,” tukas Gubernur yang juga didampingi Walikota dan Wakil Walikota Ambon Richard Louhenapessy-Syarif Hadler serta Bupati Malteng Tuasikal Abua.

Sebab dalam peninjauan ke dua check point, dirinya bersyukur mendapatkan jawaban dan arahan yang betul-betul sesuai dengan apa yang diharapkan. Misalnya, di Passo sesuai laporan petugas, ada 29 warga Malteng yang dikembalikan lagi sebab dokumen perjalanan tidak lengkap. Bahkan hasil tes cek suhu tubuh yang 38 derajat langsung diantar ke puskesmas untuk penanganan medis.

Sementara di check point Hunuth, laporan petugas ada 3ribu sekian orang yang melakukan aktivitas keluar masuk Ambon dan hanya dua (2) orang yang dikembalikan ke daerah asal karena tidak punya dokumen perjalanan lengkap.

“Saya dengan Forkopimda bersyukur, masyarakat Maluku sudah mulai sadar PSBB itu sangat baik untuk pencegahan COVID-19 di Maluku khususnya kota Ambon agar bisa reda. Maka apapun alasannya suka atau tidak suka, saya akan membantu kabupaten/kota bila ada yang terapkan PSBB. Sebab yang tahu PSBB bisa diterapkan Bupati/Walikota,” tegasnya.

Sebagai Gubernur, dirinya adalah payung bagi semua kabupaten/kota. Maka jika ada kabupaten/kota yang melaksanakan PSBB, pihaknya langung turun bantu. “Saya sudah tanya Walikota Ambon, desa/negeri yang tidak terpapar COVID-19 dan produktif, kita akan beri reward kepada mereka,” janji mantan Dankor Brimob itu.

Sekilas didepan Gubernur, Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengaku, PSBB akan berlangsung sampai 5 Juli mendatang. Dimana jika kondisi penyebaran kasus bisa ditekan maka tidak perlu lagi diperpanjang.

“Makanya kita sangat serius dan ketat batasi semua sektor agar apa yang menjadi harapan kita bisa terwujud. Termasuk disemua check point perbatasan Ambon-Malteng, keluar masuk syarat-syarat harus dipenuhi, kalau tidak yah tidak bisa. Semua elemen ikut bersinergi demi memutus rantai penyebaran COVID-19 ini,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed