by

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Dimasa Pandemi Covid-19, FIPK IAKN Ambon Tawarkan Solusi Resiliensi

AMBON,MRNews.com,- Dunia pendidikan menjadi salah satu sektor yang terdampak Pandemi Covid-19. Peralihan dari belajar tatap muka ke dalam jaringan (daring) alias online, pun jadi kewajiban dilakukan, tak hanya tingkat SD-SMA tapi juga perguruan tinggi.

Untuk meningkatkan pembelajaran dimasa Pandemi, Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen (FIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menawarkan solusi pembelajaran berbasis Resiliensi, yaitu kemampuan seseorang dalam mengatasi, melalui, dan kembali kepada kondisi semula setelah mengalami kejadian yang menekan.

Solusi itu dielaborasi lewat Seminar Nasional selama dua hari, 8-9 November 2021 secara virtual dan offline dihadiri dosen, mahasiswa, guru sebanyak 450 orang.

Menghadirkan Prof Dr Sutarto Wijono, MA dari UKSW Salatiga, Justitia Vox Dei Hattu, Th.D; akademisi STFT Jakarta, Dr Arman Agung, MPd dari BP PAUD dan Dikmas Sulawesi Selatan, Dr Febrianti, MSi dari Palembang serta Ali Rusbaningsih, MPd dari Bali selaku narasumber.

Rektor IAKN Ambon Dr A.Ch Kakiay, MA menegaskan, Resiliensi merupakan isu yang sangat penting. Karena memang dimasa Pandemi Covid-19 yang melibatkan siswa, mahasiswa, guru dan dosen membutuhkan tingkat adaptasi yang tinggi. Penyesuaian secara fleksibel dan luas agar bisa hadapi tekanan pembelajaran yang ada.

“Pembelajaran yang sangat menekankan aksentuasi pada belajar daring itu tidak berdampak signifikan pada proses belajar itu sendiri maupun pembelajar. Maka kita butuh kemampuan melewati tekanan dan hadapi situasi apapun dengan positif thinking,” tandasnya saat membuka seminar di Auditorium IAKN, Senin (8/11).

Ada tiga hal penting menguatkan Resiliensi kata Kakiay, pertama caring relationship yaitu dukungan cinta kasih, kedua; high expektation message/memiliki harapan yang tinggi dan ketiga; opportunity for partisipation and contribution.

“Penting juga bagi kita untuk mengambil keputusan bersama. Mahasiswa juga punya hak untuk mengambil keputusan dan partisipasi, kontribusi didalam pembelajaran. Karena ini proses yang melibatkan dua pihak,” terangnya.

Dirinya pun berharap, materi dari narasumber akan membantu dosen, mahasiswa, guru dan siswa nantinya untuk bersama-sama bertahan dan melewati masa pembelajaran dengan model ini dengan baik agar dapat memperoleh model pembelajaran lebih baik di-era kedepan yang akan dimasuki.

“Karena model pembelajaran kita tidak lagi akan balik ke model konvensional yang tatap muka. Biarpun Pandemi Covid-19 selesai, saya yakin tidak ansih akan Luring. Maka mesti merumuskan, mencari solusi bersama model pembelajaran di-era new normal atau pasca itu,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed