Tiga Sektor Dominasi Pertumbuhan Kredit di Maluku

AMBON,MRNews.com,- Percepatan pertumbuhan penyaluran kredit pada triwulan IV tahun 2018 secara yoy didominasi tiga sektor ekonomi konsumtif yaitu sektor rumah tangga – untuk pemilikan flat atau apartemen turun sebesar Rp 559 Juta (-15,48 persen) pada triwulan III tahun 2018, menjadi meningkat sebesar Rp 3,16 Miliar (115,70 persen) pada triwulan IV tahun 2018, diikuti sektor rumah tangga – untuk pemilikan kendaraan bermotor dari sebesar Rp 17,88 Miliar (33,27 persen) menjadi sebesar Rp 22,93 Miliar (36,29 persen) dan sektor bukan lapangan usaha lainnya dari sebesar Rp 336,37 Miliar (10,65 persen) menjadi Rp 355,32 Miliar (10,81 persen).

“Kinerja penyaluran kredit perbankan di Provinsi Maluku pada triwulan IV tahun 2018 menguat dan menunjukkan perkembangan bisnis di sektor jasa perbankan semakin menarik. Hal ini juga tercermin dari rencana bisnis bank yang beroperasi di Maluku, selama tahun 2019 akan melakukan pembukaan jaringan-jaringan kantor sekelas kantor kas, kantor cabang pembantu dan kantor cabang sebanyak 10 jaringan kantor,” jelas Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Bambang Hermanto kepada wartawan dalam kegiatan media update, Kamis (14/2/19).

Selama tahun 2018, diakuinya, penyaluran kredit di Maluku menunjukkan perkembangan impresif dengan pencapaian pertumbuhan kredit melampaui target nasional sebesar 12 persen yakni meningkat 12,54 persen (yoy) atau senilai Rp1,40 Triliun dari Rp 11,17 Triliun pada Desember 2017 menjadi sebesar Rp 12,57 Triliun pada Desember 2018. “Realisasi pertumbuhan itu lebih tinggi dibanding posisi bulan September (triwulan III) tahun 2018 yang tercatat sebesar 11,75 persen (yoy) dan bahkan lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan kredit nasional yang tercatat sebesar 11,72 persen (yoy),” akuinya.

Peningkatan penyaluran kredit posisi di triwulan IV tahun 2018 tambahnya, masih didominasi kredit konsumtif sebagai penyumbang terbesar yaitu sektor rumah tangga (kredit pegawai negeri – pegawai swasta) sebesar 67,11 persen dari total kredit. Hal tersebut juga, terlihat pada data tren dalam satu tahun terakhir selama tahun 2018 yang menggambarkan tingkat dominasi kredit konsumtif yang berada pada rata-rata sebesar 68,79 persen dari total kredit.

Sementara itu, dari sisi sektor produktif semakin menunjukkan tren positif yang tercermin dari sektor perdagangan besar dan eceran yang meningkatkan sebesar Rp220,59 Miliar atau 9,55 persen (yoy) dan sektor konstruksi Rp147,32 atau 60,61 persen (yoy). Sedangkan untuk komposisi portofolio penyaluran kredit produktif berada pada rata-rata sebesar 31,21 persen dari total kredit.

“Dari sisi risko kredit di triwulan IV tahun 2018,rasio Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah di Maluku sebesar 1,13 persen, lebih rendah dibandingkan dengan triwulan III tahun 2018 yang tercatat sebesar 1,29 persen dan terhitung masih jauh dibawah NPL nasional sebesar 2,44 persen dan NPL indikatif nasional yang maksimal sebesar 5 persen,” terang Hermanto.

Ia menambahkan, untuk jumlah rekening kredit perbankan di triwulan IV 2018 meningkat sebanyak 9.244 rekening atau tumbuh 7,76 persen (yoy) sehingga x/menjadi 128.437 rekening kredit. Pertumbuhan rekening kredit perbankan sedikit melambat dibandingkan triwulan III tahun 2018 yang tercatat sebesar 9,61 persen. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *