Tiga Lokasi Masuk Zona Khusus Penataan Parkir

AMBON,MRNews.com,- Tiga lokasi masuk zona khusus penataan parkir di kota Ambon oleh pemerintah kota (Pemkot) dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) pasca libur Lebaran nanti, yaitu jalan A.Y. Patty, jalan Said Perintah dan jalan Sam Ratulangi. Pasalnya perparkiran sudah menjadi masalah serius di kota ini, salah satunya karena terbatasnya space.

Karena itu, dengan sistem parkir miring yang diberlakukan sekarang pada semua ruas jalan, nantinya pada zona khusus dan beberapa zona atau ruas lain akan diatur parkir paralel.

“Perparkiran jadi masalah serius di kota Ambon. Karena memang space terbatas. Sehingga ada beberapa ruas jalan akan dibenahi. Dengan space terbatas, di jalan AY Patty bisa kehilangan 60 persen pendapatan parkir. Jalan AY Patty, Said Perintah dan Sam Ratulangi akan diatur parkir paralel. Tiga lokasi itu masuk zona khusus penataan parkiran oleh Pemkot Ambon,” tandas Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kepada media ini di Ambon, Minggu (2/6/19).

Selama ini parkir bebas waktu dan hanya berlaku tiketing untuk sekali parkir. Nantinya kata Walikota, di tiga zona khusus itu akan diatur parkir per jam dengan tarif sama, tidak lagi per hari. Dengan cara stiker ditempel petugas pada mobil atau motor tiap jam dan tarif ditagih atau berlaku sesuai lama parkir tiap jam. Maka jika demikian, siapapun bisa manfaatkan waktu parkir secara baik, bukan asal parkir hingga malam tanpa batas.

Termasuk pangkalan taxi yang selama ini parkir bebas atau jam-jaman, tambahnya, juga akan dibenahi. “Sekarang free, tapi nanti mereka akan dikenakan tarif Rp 10 ribu per hari, bebas parkir dimanapun. Tujuannya jelas kita ingin naikkan pendapatan dari biaya parkir. Sebab tahun 2018, pendapatan dari parkiran sebesar Rp 3,4 miliar. Target tahun ini Rp 4 miliar dan tahun 2020 Rp 4,4 miliar. Naik terus dan harus kita capai. Maka tentu harus kita bekerja keras dan ada kesadaran masyarakat,” ungkapnya.

Rencana itu tambah Louhenapessy, akan dibarengi oleh dinas komunikasi, informatika dan persandian (Diskominfo-Sandi) yang melakukan sosialisasi baik secara langsung kepada pemilik kendaraan maupun melalui pamflet, spanduk atau baliho di sejumlah ruas jalan padat parkiran terutama di tiga zona khusus  itu. “Diskominfo-Sandi juga akan sosialisasi dan selama sebulan adalah waktu untuk tertib parkir. Akan berjalan seiring dengan mobil derek yang nanti datang,” kuncinya.

Sebelumnya, Gubernur Maluku Murad Ismail minta Walikota agar semua parkiran di jalan A.Y. Patty, Urimesing, Ponegoro tidak lagi parkir miring, tetapi paralel. “Saya minta sama Walikota, parkiran di AY Patty dan Urimesing agar semua parkir tidak ada melintang tapi rata. Itu jalan yang besar bisa jadi kecil. Juga kalau bisa, tengah malam jangan parkir di badan jalan. Pemkot harus tegas. Kalau mau beli mobil harus punya garasi. Nanti dikempesin ban, diderek marah lagi. Intinya harus parkir paralel, biar orang lain juga bisa,” tukas mantan Dankor Brimob. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *