Tiga Alasan Maluku Berpotensi Kekurangan Surat Suara

AMBON,MRNews.com,- Provinsi Maluku dipastikan berpotensi kekurangan surat suara saat Pemilu 17 April 2019 mendatang. Ada tiga komponen penting yang menjadi alasan kuat oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bahwa hal itu bakal terjadi, salah satunya karena banyak terdapat surat suara rusak di enam (6) kabupaten/kota saat penyortiran dilakukan, padahal waktunya sudah sempit, kurang dari tiga minggu.

“Ada enam kabupaten/kota yang sesuai data yang sudah ada di kami, terdapat surat suara banyak yang rusak usai dilipat dan sortir. Yakni kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kota Ambon, kabupaten Buru, kabupaten Buru Selatan, kabupaten Maluku Tenggara dan kabupaten kepulauan Aru. Paling besar atau banyak rusak di SBB, 50 persen,” tandas Komisioner Bawaslu Maluku, Poly Titaley kepada awak media di Ambon, Sabtu (30/3/19).

Diakuinya, potensi kekurangan surat suara nanti saat Pemilu atas dasar tiga komponen utama. Pertama adalah surat suara yang dicetak tidak berdasarkan atau berbasis TPS, tapi dicetak berbasis daerah pemilihan (Dapil) akhirnya DPT tambah dua persen, pasti kurang. Kedua, kekurangan surat suara berpotensi dari surat suara yang rusak hasil sortir dan ketiga, penambahan tiga TPS yang belum masuk di pencetakan pertama, yang harus dicetak saat kekurangan ini.

“Akibat kondisi rusak yang banyak itulah, bagi kami Maluku berpotensi kekurangan surat suara oleh karena harus dicetak lagi. Sedangkan pencetakan lagi surat suara butuh waktu, sementara menuju hari H tak lama lagi. Itu jadi salah satu komponen alasan kenapa sampai kami bisa pastikan, disamping dua komponen lain yang menguatkan,” tandasnya.

Sesuai laporan dan pantauan Bawaslu kabupaten/kota tambah Titaley, semua KPU kabupaten/kota sejak tanggal 25 Maret sudah tuntas proses lipat dan sortir surat suara. Namun ada yang daerah belum lengkap karena laporan tertulisnya belum masuk ke provinsi untuk direkap. Hanya enam kabupaten/kota yang sudah ada, sisanya belum bisa informasikan. Belum lagi, guna penyesuaian maka ada penambahan 11 TPS baru di empat kabupaten sehingga tentu berdampak ke ketersediaan suara yang tidak cukup.

“Jadi ada penambahan 11 TPS baru. Terdapat 8 TPS di SBB, satu (1) di Buru, satu di Malra dan satu di SBT. Ini terjadi akibat restrukturisasi TPS karena ada daftar pemilih tambahan (DPTb) dan daftar pemilih khusus (DPK) lalu akhirnya pemilih khusus melebihi dua persen ketersediaan surat suara di desa/negeri itu. Akhirnya harus restrukturisasi atau dimekarkan TPS. Jadi penambahan TPS berdasarkan ketentuan itu,” kuncinya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *