by

Tidak Tersedia APD & Tenaga Medis, Pemprov Dinilai Kurang Maksimal

-Parlemen-273 views

AMBON,MRNews,com.- Miris, kondisi terkini yang dialami tenaga-tenaga gabungan yang ditempatkan untuk melakukan kerja kemanusian di posko yang dibentuk gugus tugas pemerintah daerah Provinsi Maluku, termasuk di lokasi karantina. Kendati sudah lama terbentuk namun terlihat belum adanya kesiapan matang dari pemerintah daerah.

Dari pantauan media, posko yang disediakan gugus tugas di lokasi Bandara Pattimura, petugas mengeluh jika tidak disediakan Alat Pelindung Diri (APD) yakni, masker, hanskun tangan karet, hand sanitizer, tempat cuci tangan hingga belum dilakukan penyemprotan cairan disinfektan.

“Kita disini, mulai dari masker, hanskun tangan karet, hand sanitizer itu kami sediakan sendiri. Kalau ini disediakan gugus tugas lebih baik karena kami juga kesulitan untuk membeli karena sudah langka. Bahkan terkadang supir yang mengangkut penumpang Orang Dalam Pengawasan (ODP) untuk dikarantina enggan membawa karena ketidaksediaan masker” ujar salah satu petugas yang enggan namanaya diberitakan, Rabu (1/4/2020).

Bahkan, lokasi bandara yang selalu ramai dengan lalu lalang orang banyak juga belum pernah disemprotkan cairan disinfektan. Padahal lokasi posko yang dipakai untuk mendata penumpang yang baru tiba mesti selalu steril.

“Mobil yang digunakan juga belum pernah disemprotkan cairan disinfektan, padahal mobil ini selalu bolak balik membawa ODP ke tempat karantina” ujar petugas lain yang juga enggan namanya disebut.

Hal yang sama juga terlihat di lokasi karantina Balai Pertanian-Waiheru dimana tidak tersedianya tenaga medis, padahal ada ODP dengan usia balita. Karena itu, pegawai balai meminta agar mereka yang selalu membersihkan ruangan yang ditempati ODP juga diberi APD.

‘Kalau kami saja tidak difasilitasi dengan APD kami juga kuatir dengan kondisi kesehatan karena kami selalu membersihkan ruangan-ruagan yang dipergunakan ODP” ujar salah satu pegawai.

Sementara pada lokasi pelabuhan laut, Yos Sudarso tidak terlihat aktifitas karena belum ada kapal yang masuk. Dari data yang diterima hingga hari ke Tiga terdapat jumlah ODP yang dikarantina sebanyak 445 orang, dengan rincian 331 melalui jalur pelabuhan laut dan 114 orang melalui bandara udara. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed