by

Tetelepta Berharap Kasus Bom Katedral Jadi yang Terakhir

AMBON,MRNews.com,- Deputi I Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Febry Calvin Tetelepta berharap, peristiwa bom bunuh diri didepan Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan, Mingg (28/3) jadi yang terakhir.

“Semoga itu jadi peristiwa kelam yang terakhir terjadi. Sehingga ada kedamaian dan keamanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” kata Febry dalam dialog bersama RRI Ambon, Selasa (30/3).

Dengan kerja keras dan memperbaiki aspek-aspek keamanan kedepan, Febry yakin baik TNI/Polri dapat melakukan tindakan preventif agar teror serupa jangan sampai terulang lagi.

“Kita berdoa agar bangsa Indonesia dapat hidup tenteram, dapat membangun ekonomi yang baik dilandasi stabilitas ekonomi dan keamanan yang baik pula,” ungkapnya.

Febry juga mengungkapkan dukacita dan keprihatinan mendalam atas insiden ini sekaligus mendesak aparat keamanan mengungkap akar masalah terdalam serta menemukan aktor intelektual dari peristiwa yang sangat menyinggung harkat dan martabat kemanusiaan ini.

“Mari kita berdoa agar keluarga yang terluka diberi kekuatan dan disembuhkan. Dalam perspektif kemanusiaan, kita prihatin atas kejadian ini. Kemanusiaan itu universal, tak terkait agama dan suku tertentu tapi menyangkut hakikat manusia secara utuh,” katanya.

Febry yang juga Ketua Umum Pengurus Nasional Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI) itu meminta agar tragedi bom bunuh diri tersebut tidak mengusik kohesivitas dan kesatuan sebagai bangsa.

“Masyarakat Indonesia jangan sampai terprovokasi. Peristiwa ini hendaklah jangan mengganggu kohesivitas kita sebagai bangsa yang tengah berjuang mengatasi pandemi Covid-19,” pintanya.

Alumnus UKIM itu berharap agar bangsa Indonesia semakin sadar ketika hidup dengan kekerasan dan diksriminatif, hal itu tidak membangun bangsa lebih baik ke depan, tapi justru mempercepat Indonesia menuju perpecahan.

“Disinilah kohesivitas, persatuan dan kesatuan bangsa menjadi dasar yang kuat, bersama kemanusiaan sebagai persoalan paling mendasar dalam kehidupan. Biarkanlah semua rakyat Indonesia dapat beribadah dengan tenang, tanpa terjebak ketakutan akibat teror-teror bom dan mengintimidasi,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed