by

Tertindas Hutang Dibalik Penipuan Uang Nasabah Bank BRI Namrole

AMBON,MR.-Terlilit hutang yang begitu banyak serta faktor ekonomi keluarga, membuat Abdul Rahman Tuasikal (35 tahun),warga Desa Labuangan Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, yang juga merupakan salah satu pegawai, bank BRI Unit Namrole yang di tugaskan dibagian Kupedes, gelap mata dengan uang  nasabah Bank BRI unit Namrole sebesar Rp. 562.000.000, sehingga akhirnya membawa kabur uang milik nasabah tersebut bersama dengan anak istrinya, dalam pelariannya ke Kota Jayapura, Provinsi Papua kurang lebih 1 tahun lamanya.

Tersangka Abdul Rahman Tuasikal, yang sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), oleh Satuan Reserse Kriminal Polres P.Buru, itu akhirnya dapat ditangkap dan diamankan oleh personil Buru Sergap (Buser), Sat Reskrim Polres, Pulau Buru (Polda Maluku), yang di back up oleh personil Buser Sat Reskrim Polres Jayapura, (Polda Papua),pada Rabu (11/4/2018), sekitar pukul 13.00 WIT.

Tersangka pun akhirnya diserahkan oleh Buser Sat Reskrim Polres Jayapura, (Polda Papua), kepada personil Buru Sergap (Buser), Sat Reskrim Polres, Pulau Buru (Polda Maluku),  berjumlah 3 orang yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres P.Buru AKP. M.Ryan Citra Yudha,S.IK, menjemput tersangka untuk dibawa kembali ke Polres P.Buru, pada Sabtu (13/4), kemarin.

AKP. M. Ryan Citra Yudha,S.IK, yang dihubungi Wartawan, melalui selulernya, Rabu (18/4), menjelaskan, motif tersangka Abdul Rahman Tuasikal melakukan penggelapan kepada uang milik 15 nasabah BRI Unit Namrole sebanyak, Rp. 562.000.000 lantaran terlilit banyak hutang, dan juga faktor ekonomi keluarga.

“ Usai melakukan penggelapan terhadap uang milik 15 nasabah Bank BRI, tersangka membawa istri dan anaknya, melarikan diri ke Kota Jayapura, Provinsi Papua,sejak bulan Juli 2017. Untuk mengamankan tersangka yang berhasil ditangkap oleh personil Buser, Sat Reskrim Polres, P. Buru, yang di back up oleh personil Buser Sat Reskrim Polres Jayapura, (Polda Papua),pada Rabu (11/4/2018), bersama 3 orang anggota Reskrim Polres P.Buru akhirnya menjemput tersangka pada Sabtu (13/4),”Katanya.

Dikatakan, usai menerima melakukan penyerahan tersangka dari Satreskrim Polres Jayapura, (Polda Papua), dirinya bersama yang ditemani oleh 3 orang anggota Satreskrim Polres P.Buru, langsung  berangkat kembali dengan tersangka menggunakan penerbangan pesawat Garuda jenis Bombardier yang berangkat dari Kota Jayapura, Sabtu (13/4/2018) dengan tujuan ke Kota Sorong. Kemudian perjalan dilanjutkan dengan dari Kota Sorong ke Bandara Pattimura Ambon yang tiba pada Minggu (14/3/2018).

“Setelah tiba di Kota Ambon, pada Minggu (14/3/2018),siang, kami kemudian membawa tersangka ke Namlea menggunakan pesawat Wing Air, dari bandara Internasional Pattimura Ambon tujuan Namlea, P.Buru,”tutur AKP . M. Ryan Citra Yudha.

Lanjut dikatakan, untuk melengkapi melengkapi berkas pemeriksaan tersangka, penyidik Satreskrim Polres P.Buru telah melakukan pemeriksaan kepada 13 orang saksi yang telah dimintai keterangan.

“ Tersangka yang kini resmi ditahan di rumah tahanan Polres P.Buru, disangkakan dengan pasal 374 KUH Pidana, tentang penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Untuk hasil pemeriksaan tersangka,rencananya, Jumat (20/4),penyidik akan mengirimkan SPDP (Surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan), ke Kejaksaan Negeri Buru,”Pungkasnya. (MR-07).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed