by

Tersandung Kasus Tipikor, Sekda & Bendahara Buru Tersangka

AMBON,MRNews.com,- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru Ahmad Assagaff (AA) dan Bendahara Sekda Buru inisial La Joni (LJ) telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya diduga tersandung kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) tentang penyalahgunaan pengelolaan keuangan daerah untuk belanja penunjang operasional KDH/WKDH Kabupaten Buru pada organisasi perangkat daerah (OPD) Sekretariat Daerah Kabupaten Buru tahun anggaran 2016, 2017 dan 2018.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Roem Ohoirat mengungkapkan, Direktorat Resort Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku telah melakukan penyelidikan atau penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan pengelolaan keuangan daerah untuk belanja penunjang operasional KDH/WKDH Kabupaten Buru pada organisasi perangkat daerah (OPD) Sekretariat Daerah Kabupaten Buru tahun anggaran 2016, 2017 dan 2018.

“Penyelidikan atau penyidikan telah dilakukan Ditreskrimsus atas kasus tersebut. Ditemukan ada dugaan pelanggaran hukum oleh keduanya,” ujarnya kepada awak media di Ambon, Selasa (10/12/19).

Bahkan kata Roem, penyidik juga telah meminta Audit Investigasi (AI) dan Perhitungan Kerugian Negara (PKN) oleh BPK Pusat, dengan hasil ditemukan pelanggaran mulai dari perencanaan anggaran dan pertanggungjawaban keuangan fiktif dengan potensi kerugian negara sejak TA 2016, 2017, 2018 sebesar Rp 11.112.239.000,-

“Saat mengantongi audit investigasi dan perhitungan kerugian negara oleh BPK RI. Memang hasilnya ditemukan ada pelanggaran perencanaan anggaran dan pertanggungjawaban keuangan fiktif di tiga tahun anggaran senilai Rp 11 Miliar lebih,” ungkap mantan Kapolres Malra itu.

Karena itu, melalui gelar perkara yang dilakukan Ditreskrimsus pada Senin (9/12/19) dihadiri pengawas internal (Itwasda dan Propam) dengan hasil bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi (Tipikor) sebagaimana tersebut diatas dan telah terpenuhi alat bukti yang cukup untuk menetapkan AA beserta LJ sebagai tersangka.

“Penetapan AA dan LJ sebagai tersangka setelah dilakukannya gelar perkara oleh Ditreskrimsus, yang dihadiri Irwasda dan pihak Propam. Telah terpenuhi dua alat bukti yang cukup,” bebernya.

Kedua tersangka pun lanjut Roem, dijerat dengan sangkaan melanggar pasal 2 ayat (1) dan/atau Psl 3 Jo Psl 18 UU RI no 31 tahun 1999 Jo UU RI no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan TIPIKOR Jo Psl 55 ayat ( 1 ) ke 1 KUHPidana. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed