by

Terlalu Dini Wacanakan Widya Ismail Maju Pilkot Ambon

-Politik-293 views

AMBON,MRNews,com.- Kendati Pilkada Kota Ambon masih akan berlangsung di 2024 secara Pilkada serentak namun suhu politik terasa mulai memanas.

Pasalnya opini Widya Ismail akan berpasangan dengan Febry Tetelepta mulai digiring oleh media tertentu padahal moment Pilkada Kota Ambon masih belum dibahas oleh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Maluku.

Karena itu, ketika dikonfirmasi ke Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku bidang pemenangan, Benhur Watubun mengatakan terlalu dini bahkan prematur jika sudah membicarakan masalah Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Ambon, sebab waktunya masih lama.

Menurutnya saat ini partai masih berkosentrasi untuk Pilkada serentak yakni kabupaten MBD, kabupaten Aru, kabupaten SBT dan kabupaten Buru Selatan.

” Kalau sesuai rencana Pilkada serentak maka Ambon masuk di tahun 2024, terlalu prematur kita bicarakannya sekarang. Partai saat ini terkonsentrasi untuk Pilkada serentak di Empat kabupaten yakni, MBD, Aru, SBT dan Buru Selatan” ujar Watubun.

Dijelaskan jika seluruh kegiatan sosial yang dilakukan oleh ibu Widya Ismail selaku isteri Gubernur Maluku dan selaku Ketua PKK Maluku murni merupakan kegiatan sosial. Apalagi kunjungannya ke kabupaten/kota di Maluku terkait stunting, gempa dan Covid-19 murni dilakukannya sebagai kegiatan sosial bukan cari nama untuk kepentingan politik.

” Kalau seluruh kegiatan sosial yang berbuah kebaikan dihubungkan dengan politik ini sangat buruk dan disayangkan” urai politisi partai wong cilik .

Ditegaskan bahwa, apa yang diopinikan oleh media tertentu merupakan pembunuhan karakter dan sengaja untuk menjatuhkan ibu Widya yang adalah isteri Gubernur Maluku sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku.

” Ini sikap yang tidak mendidik dan membangun. Mestinya nya disaat pandemi COVID-19 kita harus membangun semangat untuk saling menopang dan bekerja sama bukan untuk menjatuhkan” demikian Watubun. ( MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed