by

Terdakwa Cabul Anak Kandung,Divonis 10 Tahun Penjara

AMBON,MR.- Terdakwa pencabulan terhadap anak kandung  Yabes Ratisa (47) seorang warga Kopertis, Kecamatan Sirimau Kota Ambon akhirnya divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon dengan pidana  penjara selama 10 tahun  denda Rp 36 juta subsider 1 tahun kurungan .

“Terdakwa Yabes Ratisa  terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pencabulan terhadap anak kandung sendiri dan melanggar pasal 81 ayat (1,2,3) Undang – Undang no 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak,” kata Majelis Hakim yang diketuai Leo Sukarno, Senin, (16/4).

Hakim Melanjutkan.Korban yang adalah Putri kandungnya sendiri tega ditidurinya selama bertahun-tahun.

Pria bejat tersebut  tega menjadikan anak kandungnya sendiri sebagai budak seks tanpa sedikit pun rasa belas kasihan. Korban hanya bisa pasrah, karena sang ayah kerap mengancam akan membunuhnya jika korban melaporkan kejadian tersebut  kepada orang lain.

“Perbuatan bejat sang ayah kepada putrinya itu telah berlangsung lama, sejak tahun 2009 saat itu korban berusia 16 tahun dan berlanjut pada tahun 2014 sehingga pada tahun 2015 korban melahirkan. Tak sampai disitu, ayah bejat ini masih melanjutkan perbuatan bejatnya pada tahun 2017 saat korban masuk kuliah pada salah satu universitas di kota Ambon dan korban berusia 24 tahun.

Setiap kali berhubungan intim, korban selalu diancam akan dibunuh jika sampai memberitahukan kejadian yang dialaminya itu kepada orang lain. Karenanya dia tidak berani melaporkan penderitaan yang dialaminya itu kepada siapapun termasuk kepada ibunya. Karena dia (korban) selalu diancam, makanya dia hanya bisa pasrah,”Kunci  Hakim.

Diketahui sebelumnya Kasus bejat itu terungkap setelah korban berlibur ke Manado, Sulawesi Utara dan menceritakan penderitaan yang dialaminya itu kepada pamannya. Usai mendengar kejadian tersebut, Paman korban langsung datang ke Ambon untuk  melaporkan kasus ini ke polisi. Ayah bejat itu ditangkap dirumahnya pada kawasan Kopertis Kecamatan Sirimau Kota Ambon dan  langsung dibawa ke Polda Maluku.(MR-07).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed