by

250 KK Datangi DPRD Maluku, Terancam Digusur

AMBON,MRNews.com.- Masyarakat Negeri Tawiri mendatangi DPRD Provinsi Maluku melakukan aksi demonstrasi damai mengadu nasib 250 KK yang terancam digusur oleh TNI Angkatan Udara.

Koordinator aksi, Harry Latulola dalam orasinya mengatakan 250 KK selalu diintimidasi terkait hak atas tanah yang didiami 250 KK dan milik masyarakat.

” Kami adalah 250 kepala keluarga yang selalu mendapat intimidasi terkait lahan yang kami tempati. Tanah yang didiami puluhan tahun diklaim dengan memaksa masyarakat mendatangi surat pernyataan dengan materai Rp 10.000″ ujar Latulola.

Diketahui TNI Angkatan Udara diberi hak pakai dari tanggal 1 April 1953 sampai dengan 1 April 1983 . Sayangnya, usai masa hak pakai kini TNI Angkatan Udara langsung mengklaim hak atas lahan yang menjadi milik masyarakat.

” Kami tidak punya kekuatan untuk melawan angkatan udara tapi kami punya bapak ibu anggota dewan yang dapat menolong kami. Ini tanah milik kami tapi kami setiap waktu dipaksa untuk menandatangani surat pemaksaan pengakuan bahwa tanah milik angkatan udara” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Melkianus Sairdekut bersama Halimun Saulatu yang menemui masyarakat Tawiri menegaskan akan menyampaikan kepada Komisi I keluh kesah masyarakat dan akan menindaklanjuti. Sebab saat ini anggota sementara melakukan tugas di luar daerah.

” Ini dilakukan agar diskusi dapat dilakukan secara objektif dengan menyampaikan kepada Komisi I untuk ditindaklanjuti. ” ujar Sairdekut. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed