Teken MoU, Kepala OPD Siap Sukseskan Ambon Smart City

AMBON,MRNews.com,- Seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah kota (Pemkot) meneken kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (MoU) untuk Ambon smart city. Dengan demikian kepala OPD berkomitmen dan siap mengimplementasikan program Ambon sebagai kota cerdas (smart city) pada OPD masing-masing. Tak hanya kepala OPD, pejabat utama Pemkot termasuk walikota, wakil walikota dan sekretaris kota pun diharuskan meneken MoU itu.
Mewakili Walikota, Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Anthony Gustaf Latuheru pada sosialisasi dan penandatangan MoU sekaligus penutupan Bimtek implementasi gerakan menuju 100 Ambon smart city katakan, upaya mewujudkan Ambon smart city tidak hanya menjadi Tupoksi dinas Kominfo-Sandi. Sebab mereka hanyalah leading sector. Karena berbicara smart city adalah kerja berbagai aspek seperti smart governance, smart branding, smart economy, smart society, smart living dan smart environment. Keenam aspek ini implementasinya ada pada OPD-OPD yang dicerminkan lewat program kegiatan.
“Namun perlu diingat bahwa kontribusi aktif dari stakeholder maupun instansi terkait sangatlah penting dalam memperkuat pengakuan Ambon sebagai kota cerdas. Karena itu, didalam SK dewan smart city bukan hanya pimpinan-pimpinan OPD tetapi juga unsur-unsur dari lembaga atau instansi terkait baik BUMN, BUMD, akademisi, swasta dan lembaga kemasyarakatan. Sinergitas antara pemerintah dan unsur-unsur dimaksud menjadi nilai plus dalam membangun kota Ambon menjadi lebih baik,” paparnya di Manise Hotel, Selasa (15/10/19).
Pelaksanaan Bimtek sebanyak empat kali menurut Latuheru, sebagai bentuk komitmen semuanya untuk benar-benar menghasilkan dokumen masterplan smart city kota Ambon yang sesuai harapan bersama. Dokumen yang dirancang bersama mulai bulan Juli hingga Oktober ini sudah seharusnya selaras dengan dokumen perencanaan milik Pemkot Ambon.
“Puncaknya, hari ini kita menandatangani MoU. Hal ini jadi bagian penting, karena seluruh perencanaan yang telah kita susun bersama yang menghasilkan masterplan smart city, mulai tahun depan harus mendapat dukungan dan dikawal semua pihak, terutama pimpinan OPD. Terima kasih yang tinggi untuk kementerian komunikasi dan informatika yang bekerja sama dengan beberapa kementerian lainnya atas penilaiannya kepada Pemkot Ambon sehingga masuk dalam program 100 smart city secara nasional, dewan smart city dan tim pelaksana gerakan ini,” ungkap Latuheru.
Inti dari semua yang dilaksanakan lanjutnya adalah bagaimana menjadikan teknologi informasi sebagai alat untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan bermanfaat bagi banyak orang. Karena kota cerdas atau smart city harus berkontribusi bagi kesejahteraan dan keberlanjutan hidup warga dan kotanya. Maka harus bangga, karena kota Ambon harus bersaing dengan 514 kab/kota lainnya. Ini berkat komitmen walikota bersama seluruh perangkat daerah, maka Ambon boleh sejajar dengan kota-kota lainnya di Indonesia dalam penerapan kota cerdas.

“Harapan saya karena kota Ambon sudah ditetapkan menjadi kota cerdas atau smart city, maka cara kita melayani masyarakat pun sudah harus smart, masyarakat merasa terlayani dengan baik dan merasa puas. Pemerintah pun harus smart dalam bekerja baik itu dari segi prosedur mekanisme, produk yang dihasilkan, maupun tindakan kita. Tahun ini tepatnya bulan Oktober, Ambon akan dinilai UNESCO untuk menjadi salah satu kota musik dunia. Ambob sebagai kota musik dunia akan menjadi salah satu ikon dan branding yang jadi bagian dari Ambon cerdas itu sendiri,” kuncinya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *