by

Tarif Parkir Naik, Berlaku Pekan Depan Dengan Sistem Progresif

AMBON,MRNews.com,- Tarif parkir baru di kota Ambon dipastikan naik dan mulai berlaku pekan depan dengan sistem progresif atau memakai alat hitung parkir setiap jam bukan manual.

Kepastian itu seiring telah diterbitkannya peraturan Walikota (Perwali) nomor 16 tahun 2021 tentang pengaturan biaya parkir pada zona-zona strategis.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy katakan, secara normatif, untuk biaya parkir pada lima zona strategis yang telah ditentukan pemerintah kota (Pemkot) antara lain kawasan Ay Patty, AM Sangadji, Sam Ratulangi, Said Perintah dan Urimessing dapat digunakan dengan pendekatan tarif progresif.

Lima jalur strategis yang betul-betul jika disimak menjadi potensi ekonomi kota karena selain tingkat kepadatan kendaraan tetapi juga intensitas pengendara tinggi akibat jalur strategis itu merupakan pusat perdagangan, jasa dan kantor-kantor.

“Tarif progresif atau sistem parkir jam-jaman. Selama ini orang parkir dari pagi sampai sore hanya kena sekali tarif, kali ini tidak bisa. Setiap tambah satu jam orang akan bayar terus setelah dua jam pertama. Maksudnya supaya orang tidak parkir seenaknya,” jelas Walikota di ruang ULA Balaikota Ambon, Senin (17/5).

Sesuai Perwali kata dia, telah ditetapkan tarif parkir baru yang mulai berlaku 4 sampai 5 hari kedepan. Dengan pengaturannya, tarif parkir perjam untuk zona umum antara lain roda dua Rp 3000, Rp 5000 sekali parkir untuk mobil. Sementara roda enam naik jadi Rp 6000 dan kendaraan roda delapan Rp 10 ribu.

Sedangkan dilima zona progresif sebutnya, tarif parkir Rp 4000 untuk satu jam pertama. Kemudian akan naik Rp 2000 di jam kedua dan seterusnya setiap jam naik Rp 2000. Tujuannya supaya orang akan memanfaatkan space parkir itu secara produktif.

“Setelah hari ini sampai lima hari kedepan kita akan sosialisasi lewat media elektronik, media cetak dan online, media sosial serta baliho, spanduk dari pemerintah. Kemudian sudah bisa berlaku. Kita akan benahi dia betul, sekaligus untuk meningkatkan disiplin masyarakat,” tukas politisi Golkar itu.

Selain opsi tersebut, tambah Walikota, ada solusi lain misalnya toko-toko yang punya mobil, bisa parkir dibadan jalan dengan sistem membayar bulanan. Teknisnya akan diatur dinas secara khusus sesuai aturan yang ada.

“Dengan tarif baru ini, diharapkan masyakarat tidak lagi seenaknya parkir. Ini jelas merugikan pemerintah maupun masyarakat yang ingin gunakan space parkir yang ada. Kita akan mengaturnya agar betul-betul sistem transportasi kita benahi secara lebih baik lagi,” urai Louhenapessy.

Seiring adanya aturan tarif parkir baru, Richard juga akan benahi petugas dilapangan. Kepala dinas perhubungan pun sudah diperintahkan awasi kinerja petugas baik dari Pemkot maupun juru parkir pihak ketiga sebagai pengelola untuk pastikan jangan ada parkir dua jalur dan lainnya yang diluar ketentuan.

“Memang sudah cukup baik tapi ada satu dua masih kurang disiplin. Saya butuh dukungan media untuk sosialisasi sehingga kita tidak terjebak dalam kesalahan teknis dilapangan dan sebagainya. Sebab diharapkan keputusan ini dapat berdampak pada disiplin dan penataan parkir dikota Ambon. Sambil terus kita evaluasi berkala,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed