by

Tarif Angkot Naik Sesuai Harga BBM, Walikota: Takkan Beratkan Warga

AMBON,MRNews.com,- Seiring tak akan diproduksinya lagi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium September mendatang, tarif angkutan kota (Angkot) pun dipastikan bakal naik per 7 September 2021.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy memastikan, harga angkutan umum yang naik nantinya tak akan memberatkan warga kota Ambon, apalagi ditengah masa pandemik Covid-19 ini.

“Tentu tarif Angkot akan naik secara rasional, tidak akan memberatkan warga yang sehari-harinya menggunakan angkutan umum,” tandas Louhenapessy kepada wartawan di Balaikota Ambon, Senin (30/8).

Kenaikan harga angkutan umum ini dikarenakan masuk per 1 September BBM berjenis Premium akan diberhentikan penggunaannya oleh Pertamina dan diganti dengan Pertalite Khusus.

“September itu tidak disuplay lagi oleh Pertamina. Lalu kalau kita minta premium dapat dari mana? Itu masalahnya,” ujarnya.

Oleh sebab itu, angkutan umum diharuskan untuk pindah ke Pertalite khusus dengan jumlah harga yang tentunya berbeda dengan premium.

“Premium digantikan dengan pertalite, dengan jumlah kenaikan diperkirakan Rp 1.600,” katanya.

Tarif angkutan umum, lanjutnya akan disesuaikan dengan estimasi waktu perjalanan dan jarak, serta kebutuhan Pertalite per hari sehingga akan didapati tarif baru.

“Pertalite itu kenaikannya Rp 1.600. Itu akan dihitung betul dengan jarak lalu kita akan tetapkan harga angkot. Dalam waktu dekat ini kita akan umumkan. Besok kita akan rapat dengan pemilik kendaraan dan ketua jalur,” jelasnya.

Ditegaskan, apabila hanya naik sekitar Rp 200-400, tentu tidak akan membebankan masyarakat. Namun, bila ada sopir angkot yang sepihak menaikkan tarif angkot, masyarakat bisa langsung melapor.

“Kalau tarifnya sudah naik, pemilik angkot dan sopir harus ikut. Jika tidak akan ditindak tegas. Tinggal masyarakat lapor, kita tinjau ijin trayek,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed