by

Tangani Pandemi Covid-19 & Vaksinasi, Ini Peran Strategis Kemenkominfo

JAKARTA,MRNews.com,- Dalam penanganan pandemi Covid-19 dan vaksinasi, sejumlah peran strategis dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Hal itu dibeberkan Menkominfo Jhonny G Plate dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI secara langsung dan melalui konferensi video.

Peran tersebut, menurut Menkominfo, diantaranya penambahan fitur registrasi Vaksin dan sertifikat Vaksin pada aplikasi PeduliLindungi, berupa registrasi penerima Vaksin dan akan memperoleh sertifikat Vaksin secara digital di dalam aplikasi.

“Pada 20 Januari 2021 lalu, kami telah jalani Vaksinasi Covid-19 tahap pertama. Setelah divaksin kemudian menerima informasi vaksinasi melalui aplikasi PeduliLindungi dan kembali melakukan vaksinasi tahap kedua 1 Februari 2021,” tandasnya di ruang komisi I DPR-RI, Senin (1/2).

Secara digital kemudian, lanjutnya, sertifikat akan dikeluarkan diaplikasi yang saat ini dapat diunduh melalui App Store untuk iOS dan Google Play Store untuk android itu.

Mengingat pentingnya aplikasi ini dan telah dilakukan beberapa kali peningkatan fitur-fitur untuk kepentingan dukungan penanganan Vaksin Covid-19, maka melalui forum ini dirinya berharap kerja bersama-sama dengan Komisi I untuk melakukan sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat.

“Hal itu agar masyarakat bisa memanfaatkan dan menggunakan aplikasi ini untuk membantu Indonesia dalam memutus rantai Covid-19, sekaligus membuka ruang bagi kita bersama untuk melaksanakan pemulihan ekonomi nasional kita,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya, Kementerian Kominfo juga menyediakan akses pendaftaran vaksinasi berupa kanal Chatbot WhatsApp pada tautan bit.ly/vaksincovidRI atau melalui nomor 081110500567. Kanal itu akan memudahkan tenaga kesehatan (Nakes) untuk melakukan input data penerima Vaksinasi Covid-19 serta melakukan registrasi dimana saja.

Metode itu guna pendataan dilakukan dalam dua jalur, basis utamanya dilakukan secara digital. Namun secara offline apabila masih terdapat masyarakat yang belum melakukan pendaftaran/respon apa yang sudah terdata secara online, petugas lapangan baik Babinsa maupun Babimkamtibmas serta dibantu pemerintah daerah untuk dilakukan pendekatan perorangan untuk mensukseskan Vaksin Covid-19.

Mengenai Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19, Menteri Johnny menjelaskan bahwa fleksibilitas SISD itu mengintegrasikan berbagai data dari sumber kementerian, lembaga maupun operator telekomunikasi untuk tahap pendaftaran, tahap distribusi dan tahap pelaksanaan hingga monitoring pelaksanaan Vaksinasi.

“Mengintegrasikan berbagai aplikasi untuk Vaksinasi Covid-19, diantaranya aplikasi PeduliLindungi Kominfo dan Kementerian BUMN untuk registrasi ulang, PrimaryCare dari BPJS Kesehatan untuk pencatatan dan pelaporan Vaksinasi, dan aplikasi SMILE dari Kemenkes untuk meminitoring distribusi Vaksinasi, ditambah aplikasi oleh Bio Farma untuk mendukung dan menunjang distribusi,” tandasnya.

Johnny menegaskan, KemenKominfo terus mengupayakan perbaikan SISD Vaksinasi Covid-19 agar lebih efisien. Salah satu evaluasi pelaksanaan Vaksinasi tahap pertama adalah masih banyak Nakes yang belum melakukan registrasi ulang.

Menurutnya, saat ini sudah berlangsung pembaharuan data pada SISD Vaksinasi Covid-19 dan telah berhasil diterbitkan 980 ribu tiket vaksinasi tenaga kesehatan. KemenKominfo juga melakukan peningkatan fleksibilitas SISD Vaksinasi Covid-19 melalui dua upaya.

“Dua upaya itu yakni mengirimkan tiket Vaksinasi langsung ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota terkait dan mengembangkan aplikasi PrimaryCare agar jadwal Vaksinasi bisa disesuaikan sesuai situasi dan kondisi, tidak hanya terpaku pada satu Fasyankes dengan jadwal tertentu saja,” imbuhnya. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed