by

Tambah 12 Positif, COVID di Maluku “Meroket” 62 Kasus

-Maluku-719 views

AMBON,MRNews.com,- Jumlah kasus positif COVID-19 di Provinsi Maluku terus meroket atau mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kemarin, masih berada diangka 50 kasus.

Kini, berdasarkan data yang dikeluarkan Gugus Tugas Pencegahan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku, Rabu (13/5) per jam 12.00 WIT, angka positif COVID-19 sudah mencapai 62 kasus, dengan 4 orang meninggal dunia, 17 jiwa sembuh, 41 jiwa dirawat, 22 PDP dan 55 ODP.

Kenaikan itu seiring bertambahnya 12 orang lagi positif sesuai hasil Swab PCR. Dari 12 orang tersebut, terdapat satu bayi berusia 6 bulan berinisial HP yang terpapar COVID-19 dan sedang dirawat di RST dr Latumeten-Ambon.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Maluku Melky Lohy mengatakan, tercatat oleh Gugus Tugas COVID-19 Provinsi, 12 orang terkonfirmasi lagi positif berdasarkan hasil Swab. Mereka semua dirawat di RSUD dr Haulussy, RST Latumeten, RSAL Halong dan BPSDM Maluku.

Tambahan kasus itu dengan rincian, pasien kasus 51 inisial UF (31) perempuan, pasien kasus 52 inisial AP (26) laki-laki, pasien kasus 53 bayi inisial HP (6 bulan), pasien kasus 54 inisial LH (84) perempuan, pasien kasus 55 inisial HT (36) laki-laki, pasien kasus 56 inisial T (57) perempuan.

Selanjutnya, pasien kasus 57 inisial EB (55) perempuan, pasien kasus 58 inisial SRP (39) perempuan, pasien kasus 59 inisial LK (45) perempuan, pasien kasus 60 inisial RR (28) perempuan, pasien kasus 61 inisial MHN (42) perempuan, pasien kasus 62 inisial HI (19) perempuan.

“Penambahan 12 sehingga capai 62 kasus positif COVID-19 saat ini berbanding lurus dengan katong lihat dikota saat ini, sudah tambah ramai. Himbauan, anjuran pemerintah untuk memutus rantai penyebaran COVID kayaknya belum efektif dipatuhi. Penyebaran kasus sudah cluster local atau komunitas,” kata Lohy kepada pers di kantor Gubernur Maluku, Rabu (13/5). (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed