by

Tak Ada Kejutan di Perombakan Birokrasi Murad-Orno

-Maluku-480 views

AMBON,MRNews.com,- Gubernur Maluku Murad Ismail diawal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno kembali melakukan perombakan birokrasi. Tak ada kejutan berarti dalam “resuffle kabinet” para pejabat pimpinan tinggi pratama keduanya kali ini yang dalam catatan media ini sudah empat kali dilakukan. Sebab tak ada muka baru yang masuk. Pergeseran pun bahkan pada posisi yang memang lowong atau dipegang pelaksana tugas (Plt).

Hal itu terlihat tatkala Gubernur melantik atau mengambil sumpah janji pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dan pejabat fungsional lingkup pemerintah provinsi Maluku di lantai VI kantor Gubernur Maluku, Jumat (20/12/19).

Tercatat enam orang eselon II yang diambil sumpah pada jabatan baru, sedangkan jabatan lainnya diisi oleh pejabat eselon III sebagai pejabat administrator dan pejabat fungsional.

Mereka yang dilantik Gubernur Maluku yakni Kepala Dinas Perhubungan Frans Johanis Papilaya digeser ke posisi sebagai Asisten I Bidang Tata Pemerintahan, mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Maluku Frona Koedoeboen diberikan jabatan baru sebagai Asisten II Kesejahteraan Sosial dan Administrasi Umum Setda Maluku. Posisi yang ditinggal Frona diisi Samuel (Semmy) Huwae yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.

Berikutnya, Mustafa Sangadji diberi kepercayaan menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil). Sangadji sebelumnya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Kemudian Jasmono ditugaskan selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sebelumnya Jasmono adalah Kepala Biro Pemerintahan. Kepala Inspektorat dijabat Ros Soamole.

Lalu Onisimus Soumeru menjadi Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), H Muhammad menjadi Kabag Keagamaan Biro Kesra Setda Maluku dan dr Mauren Palijama Dokter Ahli Utama Pemprov. Selain Palijama yang ditugaskan sesuai SK Presiden dan Kadisdukcapil dengan SK Mendagri, jabatan lainnya merupakan penetapan lewat SK Gubernur.

“SK pengisian jabatan pimpinan tingi pratama sudah ada lama. Tapi kita sengaja memang menunggu untuk cari momentum yang pas baru diambil sumpah dan janji. Pelantikan akan kita lakukan bertahap dan terus dievaluasi,” singkat Gubernur kepada wartawan usai pelantikan. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed