by

Tahun Ini, Sisa Korban Bencana 2013 Diupayakan Tertangani

-Kota Ambon-232 views

AMBON,MRNews.com,- Tersisa 153 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor tahun 2013 di kota Ambon yang menjadi catatan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kota Ambon untuk diupayakan ditangani di tahun 2019. Terbanyak di kecamatan Sirimau dengan 142 unit.

“Total jumlah rusak berat di tahun 2013 itu ada 219 unit rumah. Telah tertangani 77 unit rumah di kecamatan Nusaniwe. Jadi tersisa 142 unit di kecamatan Sirimau yang belum tertangani. Ada juga tindaklanjut terhadap kecamatan Nusaniwe yang belum tertangani di tahun sebelumnya. Dimana data BPBD, total ada 153 unit rumah. Maka kita upayakan bisa ditangani tahun ini,” ujar sekretaris BPBD kota Ambon, Eva Tuhumury kepada awak media di Ambon, Minggu (16/6/19).

Tahun 2018, kata Eva BPBD telah menangani korban bencana banjir dan tanah longsor yang mengalami kerusakan rumah rusak berat pada tahun 2013 di kecamatan Nusaniwe, yang belum hanya kecamatan Sirimau. Padahal paling banyak korban adalah di kecamatan Sirimau. Oleh karena itu, pada saat penganggaran 2019 telah diusulkan, namun ketika ada temuan BPK bahwa pemberian bantuan uang tunai harus melalui PPKD, maka dana dari SKPD harus dialihkan ke PPKD. Tapi itu memang belum terancang di dana tahun anggaran 2019.

Sehingga BPBD sebutnya lagi, telah berupaya melakukan telaan staf kepada pimpinan dalam hal ini Walikota Ambon untuk dapat menindaklanjuti apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam rangka korban penanganan bencana tahun 2013.

“Nominal bantuan, 1 KK untuk rumah rusak berat kami berikan bantuan sama dengan kecamatan Nusaniwe yaitu Rp 25 juta. Jika ditotalkan dengan 153 KK/unit tersisa maka nilainya mencapai Rp 3,825 miliar. Itu merupakan kebutuhan anggaran yang memang dibutuhkan untuk penanganan sisa korban bencana tahun 2013,” tukas Eva.

Sementara disinggung mengenai logistik yang dimiliki BPBD untuk tanggap darurat bencana masih aman dan tercukupi selama beberapa waktu kedepan, diakuinya aman terkendali. “Logistik sangat terkendali sampai dengan masa tanggap bencana darurat di kota Ambon bahkan sampai musim penghujan yang puncaknya bulan Juni-Juli selesai. Tercukupi logistik di BPBD kota Ambon,” demikian Eva. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed