by

TABEA Bakal Jadi Sapaan Khas Warga Ambon

-Kota Ambon-2,640 views

AMBON,MRNews.com,- Terhitung tanggal 7 September 2018 yang adalah HUT ke-443 Kota Ambon, sapaan TABEA bakal menjadi salam kultur khas orang Ambon dalam setiap momentum apapun, baik di pemerintahan, sekolah serta kegiatan organisasi manapun di Kota Ambon. Tentu, setelah ucapan Syaloom, Assalamualaikum, Om Swastiastu, Namo Budaya, diutarakan. Pasalnya, dengan mengucap sapaan TABEA, akan memunculkan suatu kesan kultural Ambon yang harus terjaga dengan baik dan orang bisa mengenal kota berjuluk manise ini.

“Mulai sekarang, saya teken dan resmikan. Setiap acara-acara di Kota Ambon, setelah salam Assalamualaikum, Syaloom, Omswastiastu, Namo budaya, kita akan menyapa dengan sapaan kultural Ambon, TABEA. Sama dengan basudara kita di MBD dengan, Kalwedo. Supaya dengan sendirinya orang bisa mengenal dan tahu Ambon,” ucap Upulatu Kota Ambon, Richard Louhenapessy dalam dialek Ambon saat menjadi inspektur upacara perayaan HUT ke-443 Kota Ambon yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Ambon, Jumat (7/9/18).

Menurut Walikota, TABEA bukan slogan kosong, tetapi memiliki arti luas, sebagai spirit, semangat serta mengajak Aparat Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Ambon untuk bersatu padu membangun dan memajukan Ambon kedepan, sebagai kota milik semua. “Jang bilang beta Ambon, tapi hidop laeng seng sayang laeng. Laeng masih curiga laeng, saling culas, laeng suka hati sakit laeng. Jang bilang beta Ambon, kalau PNS masuk kantor lat-lat dan pulang lebe awal. Jang bilang beta Ambon, kalo suka bicara orang di belakang, kalau belum bisa bikin apa-apa for Ambon. Jang bilang beta Ambon kalau masih pamalas belajar,” ujarnya dalam dialek Ambon.

Semua ASN dan warga kota, kata Louhenapessy, dapat mempercantik Ambon, dengan menjaga kota ini agar tetap bersih, indah, damai dan manis kedepannya. “For bikin Ambon bagus, seng usah tunggu sampe jadi Walikota, anggota DPRD atau petinggi lainnya, cukup buang sampah di akang pung tanuar saja, kalesang rumah, kalesang kintal, kalau seng rasa curiga laeng lai, kalau seng culas lai, hidup laeng sayang laeng, dengan bangga topo dada lalu bilang beta Ambon,”ungkapnya.

Dengan begitu tambah Walikota, ketika semua orang bikin Ambon bagus, maka lima tahun kedepan Ambon yang harmonis,  sejahtera dan religius bisa terwujud di tahun 2022. Bahwa harus memulai dengan Ambon harmonis, sebab hidup yang harmonis merupakan nilai-nilai pela gandong dan itu merupakan tekad pemerintah kota (Pemkot) Ambon.

“Kenapa harus dimulai deng harmonis, sebab Ambon yang harmonis itu memiliki nilai-nilai dari moyang, itu harga diri orang Ambon. Jadi kalau beta deng antua Syarif bikin untuk membangun kehidupan harmonis, artinya katong sementara berusaha biking Ambon bagus. Katong pung moyang-moyang hidup lewat budaya pela gandong, untuk bangun kehidupan harmonis guna kembalikan identitas dan harga diri orang Ambon,” akuinya.

Sebelum berakhirnya upacara, pemerintah menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada penerima, dan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan untuk penerima atau ahli waris serta penetapan Shafiq Pontoh sebagai duta media sosial (medsos) Kota Ambon.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Gubernur dan Forkopimda Maluku, pimpinan dan anggota DPRD Maluku, pimpinan dan anggota DPD RI dapil Maluku, Wakil Upulatu Ambon, Sekkot dan Forkopimda Kota Ambon, anggota DPR RI dapil Maluku, mantan Wakil Walikota Ambon Sam Latuconsina, Mantan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Walikota Tidore, Asisten III Pemkot Makassar, Sekkot Baubau, pimpinan DPRD Ponorogo, perwakilan Kemendagri, pemuka budaya, adat, pemuda, agama, pendidikan di Kota Ambon dan undangan lainnya dari dalam maupun luar negeri. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed