by

Subsidi Alat Rapid Tes Bagi Warga Urusan Darurat Dalam Provinsi

-Kota Ambon-129 views

AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengaku, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan subsidi alat rapid tes khusus kepada warga kota Ambon yang akan melakukan perjalanan didalam provinsi Maluku dalam urusan urgen atau darurat.

Dimana para pelaku perjalanan tidak membayar alat rapid tes alias gratis, namun mereka harus membayar jasa pelayanan tenaga medis yang telah membantu melakukan pemeriksaan rapid test di rumah sakit.

“Subsidi untuk mempermudah warga kota yang melaksanakan perjalanan didalam provinsi. Kita beri kemudahan bagi yang memiliki KTP Ambon khusus urusan urgen misalnya ada keluarga yang sakit, meninggal maupun kecelakaan, kita berikan alat rapid test gratis,” tukasnya di Balaikota, Senin (13/7).

Sebetulnya diakui Walikota, dirinya menyayangkan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak mempertimbangkan kondisi objektif seperti ongkos pengiriman alat rapid test antar daerah dalam menentukan besaran tarif rapid tes bagi pelaku perjalanan.

Sehingga jelas tidak menguntungkan bagi daerah yang jauh terutama daerah timur seperti Maluku yang kondisinya kepulauan dengan tidak mungkin mendapatkan tarif rapid test sebesar Rp 150.000 karena sejumlah alasan itu.

“Tapi Pemkot Ambon tidak tutup mata terhadap masalah tarif rapid test yang saat ini dicakapkan. Karena tarif rapid test ditentukan pemerintah pusat (Pempus). Kita dengarkan aspirasi masyarakat dan pilihannya itu,” tegasnya.

Karena itu Pemkot tambahnya, akan melakukan koordinasi bersama pihak rumah sakit dan Faskes lainnya terkait subsidi alat rapid test, karena Pemkot berupaya memberikan yang terbaik kepada para pelaku perjalanan. Namun keluhan para pengusaha juga masalah utama yang harus didengar pula.

“Kita akan mempertimbangkan semua kebijakan yang ada dalam bentuk SK Walikota nantinya. Tentu demi kebaikan dan kepentingan bersama, tidak boleh ada yang dirugikan,” kunci Louhenapessy.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Ambon Ely Toisuta mengaku, lewat rapat komisi I DPRD dengan dinas kesehatan dan Faskes rujukan rapid tes, telah lahirkan rekomendasi. Warga dengan kategori tertentu misalnya ingin lakukan perjalanan darurat (keluarga sakit, meninggal, melanjutkan pendidikan) dan pendekatannya kurang mampu, maka bisa disubsidi khusus oleh Pemkot Ambon. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed