Studi Banding Ranperda Kota Kreatif Berbasis Musik ke Bandung

Jakarta,MRNews.com,- Sejak tahun 2015, Kota Bandung, Jawa Barat, termasuk sebagai salah satu kota dalam jaringan kota kreatif UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dalam bidang desain. Hal itu terjadi setelah kota yang dijuluki Paris van Java ini ditetapkan oleh UNESCO bersama dengan 47 kota dari 33 negara. Selain Bandung, pada tahun 2014, Pekalongan juga sudah terdaftar di UCCN dalam bidang craft and folk art.

Meski berbeda dalam bidang atau kategori keunggulan sebagai syarat jadi jaringan kota kreatif UCCN, tetapi alasan itulah yang membuat panitia khusus (Pansus) I DPRD Kota Ambon untuk rancangan peraturan daerah (Ranperda) kota kreatif berbasis musik lakukan studi banding ke Kota Bandung khususnya Dinas Pariwisata, Selasa (12/3/19), guna menjaring informasi tentang proses penyusunan Perda kota kreatif yang jadi payung hukum dan bagaimana penerapan Perda itu sendiri. Agar dapat diimplementasikan di Kota Ambon sebagai proses menuju kota musik dunia.

Pansus dipimpin ketua DPRD James Maatita (PDIP) dan ketua Pansus, Christian Latumahina (NasDem), bersama anggota diantaranya Etha Siahay (Golkar), Ari Sahertian (PKB/Kebangkitan dan Persatuan Indonesia), Astrid Soplantila (Gerindra), Ali Ohorella (PAN/Keadilan dan Amanat Nasional), Muriani Dominggus (Demokrat) dan Juliana Pattipeilohy (PKPI/Kebangkitan dan Persatuan Indonesia).

Ketua Pansus I, Christian Latumahina menjelaskan, kedatangan Pansus mendapat jamuan yang baik dari Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pariwisata dalam rangka membangun koordinasi untuk pembahasan Ranperda kota kreatif berbasis musik bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menuju Ambon sebagai kota musik dunia tahun 2019.

“Dari pertemuan itu, ada beberapa penjelasan yang disampaikan Dinas Pariwisata setempat, bagaimana membangun kota kreatif, dengan berbagai inovasi-inovasi dan tantangan yang dihadapi. Berbagai masukan itu akan menjadi referensi Pansus untuk pembahasan Ranperda tentang kota kreatif berbasis musik nantinya pasca studi banding ini,” jelas politisi NasDem itu.

Hal ini dimaksud katanya, agar Ranperda yang dirancang betul-betul menjadi Perda yang memiliki kekuatan hukum sebagai landasan dalam proses dinamika pembangunan Kota Ambon sebagai kota kreatif berbasis musik, dengan tujuan utama jadi payung hukum untuk implementasi Ambon sebagai kota musik dunia.

“Dari penjelasan dan komunikasi yang Pansus bangun, sangat optimis Kota Ambon nantinya setelah Ranperda ini selesai dibahas dan ditetapkan menjadi Perda akan membangun kota dengan berbagai inovasi-inovasi yang berkreasi khusus di bidang musik. Dengan demikian juga secara tidak langsung akan berimplikasi pada masyarakat,” terangnya.

Sementara koordinator komisi/Pansus sekaligus ketua DPRD, James Maatita mengaku, sekembali dari Bandung ke Ambon, dengan berbagai referensi yang telah diterima, Pansus akan secepatnya menggodok Ranperdanya lewat rapat rutin Pansus secara internal, dengan mitra kerja pemerintah dan uji publik. “Kita optimis tak hanya Ranperda ini, tapi semua Ranperda akan tuntas sebelum Pemilu 2019 atau paling cepat akhir Maret,” tutupnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *