by

Soroti KMP, Yermias Minta Siong Ekspansi ke MBD, Aru & MTB

AMBON,MRNews.com,- Ketua Komisi C DPRD Maluku, Anos Yermias menyoroti sejumlah Kapal Motor Penyeberangan (KMP) yang merupakan bantuan pemerintah pusat bagi provinsi Maluku, dalam hal ini diberikan bagi kabupaten/kota mengelolanya, namun macet atau rusak beberapa tahun terakhir ini dan karam. Karena itu, dirinya meminta pengusaha kapal sekaligus direktur utama PT Pelayaran Dharma Indah, Jhoni de Queljoe alias Siong untuk bisa ekspansi ke tiga daerah terluar di Maluku, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).

“Kami tantang pa Jhoni atau Siong, mudah-mudahan bisa ekspansi ke MBD, MTB dan Aru. Dengan berkoordinasi bersama Dishub Maluku. Sebab masyarakat disana harus juga dibantu. Kenapa saya harus memohon ini, karena tiga kabupaten yang dikatakan miskin di Maluku itu nomor satu MBD, kedua Aru dan ketiga MTB. Miskinnya karena akses untuk mengembangkan ekonomi keluarga mereka sangat terbatas. Dengan demikian, kalau sudah dibantu maka masyarakat dari kampung ke ibukota provinsi Maluku, kota Ambon, bisa menikmati pelayaran yang baik,” tandas Yermias di sela-sela peresmian KM Cantik Lestari 9C milik Siong di Pelabuhan Slamet Riyadi, akhir pekan kemarin.

Pasalnya, menurut Yermias membangun sektor transportasi laut memang sulit. Hanya orang berani yang bisa melakukannya, dan itu ada pada Siong, dengan sudah menyediakan 12 kapal melayari beberapa daerah kecuali tiga kabupaten tersebut diatas. Padahal, Maluku memiliki lebih dari 1000 pulau. Karenanya, dalam penyampaian aspirasi komisi C kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beberapa waktu lalu, sektor perhubungan laut sangat menjadi perhatian serius.

Adapun dalam perdebatan dengan Kemenhub, pihaknya kata Yermias, banyak menyoroti kapal-kapal yang diberikan Pempus ke Maluku khusus perintis. Manakala, jalur perintis itulah jalur yang memang juga ikut membuat Maluku terus menerus melekat label, miskin. Karena sejujurnya, perintis subsidinya sangat besar dan kapal-kapal yang datang ke Maluku juga, sepertinya memang belum maksimal. Termasuk pula mengenai rute kapal, kabupaten/kota belum peduli. Meski, Kadishub Maluku sudah melakukan rapat koordinasi dengan Dishub kabupaten/kota.

“Kedepan jangan lagi ada kapal diberikan ke kabupaten/kota. Faktanya, KMP yang diberikan, disalah gunakan, hanya untuk kepentingan politik. Rakyat dijadikan alat. Misalnya MTB, satu kapal 10 tahun lalu beroperasi, hari ini tak berfungsi. Negara dan rakyat rugi. Juga di MBD, ada KMP Marsela. Sempat ditanyakan ke Dirjen Kemenhub, kenapa diberikan, disubsidi dan saat ini macet. Ternyata hambatan terbesarnya masalah manajemen.  Padahal ada BUMD, tapi kalau tidak profesional mengelola, tetap karam. Hari ini KMP Marsela ada di Dok Wayame. Sangat disayangkan kondisi kapal itu. Akibatnya, rakyat kita tidak menikmati pelayaran dengan baik. Masyarakat rindu kapal baik,” paparnya.

Dengan MBD, MTB dan Aru merupakan daerah kepulauan, khususnya MBD dari Molomaru-Lirang yang berbatasan dengan Australia dan Timor Leste, maka Yermias berharap Siong bisa ekspansi, membuka luas jalur KM Cantika Lestari 9C dari Ambon-Saumlaki-Larat sebagaimana pernah dicakapkan. Sehingga bila terealisasi, diminta masyarakat MTB menjaga kapal dengan baik, tidak merusaknya. Karena sangat membantu dan mahal dibuatnya. Hal ini berangkat dari pengalaman buruk, kurang adanya kesadaran.

“Kunjungan komisi beberapa waktu lalu ke Aru yang memiliki 547 pulau. Hanya 85 pulau berpenghuni, Kondisinya sangat memprihatinkan. Masyarakat dipaksa atau terpaksa memakai jasa transportasi laut dengan menggeluarkan uang jutaan rupiah, baru tiba ke kota Dobo. Demikian pula di kabupaten SBT, Teor-Kesui-Manawoko-Geser-Gorom, masalahnya sama, kesulitan transportasi laut. Diharapkan pa Siong bisa survey kesana dan kedepan semoga ada kapal cepat yang menghubungkan pulau-pulau itu. Sesuai visi PT Pelayaran Dharma Indah, menyatukan seribu pulau, bisa diwujudkan pada waktunya. Saya berharap sekali ada, Dishub Maluku dan Komisi C akan berupaya membantu,” tutup politisi Golkar itu. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed