by

Sopir Angkot Tuntut Ketegasan & Pengawasan Dishub Terhadap AKDP

AMBON,MRNews.com,- Puluhan pengemudi Angkutan Kota (Angkot) trayek yang berada di kecamatan Baguala dan Teluk Ambon meminta kejelasan terkait perubahan jalur Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP)

Pasalnya tidak jelas dan tegasnya Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi, membuat AKDP khusus trayek Hattu, Liliboy dan Allang yang semestinya lewati jalur Underpass Sudirman dan masuk ke terminal Ongkoliong berbuat “curang” dengan lewati jalan Sudirman dan “curi” penumpang Angkot.

Penegasan puluhan pengemudi Angkot itu ditunjukkan lewat aksi mogok beberapa jam di kawasan Underpass Sudirman depan kantor Badan Pertanahan Provinsi, Tantui, Selasa (26/10/21).

Informasi yang dihimpun media ini, akibat aksi mogok itu, penumpang yang hendak ke pusat kota pun dibuat terlantar.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Ambon Robby Sapulette katakan, selama ini AKDP khusus Hattu, Liliboy dan Allang melewati jalan Jenderal Sudirman kemudian masuk pusat kota Ambon dan berakhir di terminal Mardika.

Namun seiring waktu, AKDP tersebut minta agar kembali ke terminal semula di kawasan Ongkoliong-Batu Merah, sesuai kesepakatan bersama Dishub provinsi dan kota. Sebab dengan bertambahnya trayek AKDP tersebut membuat prosesnya harus ditata ulang.

“Data Dishub provinsi, trayek Liliboy hanya 16 angkutan tapi fakta lapangan lebih, berarti kan ada bodong. Kemudian trayek Hattu ada kurang lebih 157 trayek, tapi kenyataannya banyak. Sehingga terjadi gesekan antar pengemudi AKDP sendiri,” tandas Sapulette kepada awak media usai temui masa aksi mogok.

Dikatakan Sapulette, Kadishub Provinsi telah keluarkan surat tertanggal 1 Oktober 2021 terkait perubahan jalur AKDP khusus tiga trayek itu, yang tidak lagi masuk terminal Mardika, namun harus melalui Underpass Sudirman, ke jalan Sultan Hasanuddin dan ke terminal Ongkoliong.

“Akan tetapi fakta lapangan, masih ada AKDP yang tidak mengikuti aturan dengan tetap lewati jalan Sudirman. Sehingga pengemudi Angkot jurusan Teluk Ambon dan Baguala lakukan aksi mogok terkait surat itu dan sudah kami beri pemahaman baik-baik dan beri surat itu, lalu selesai,” tukasnya.

Selain kejelasan soal jalur akui Sapulette, para pengemudi Angkot juga minta intensitas dan peningkatan pengawasan Dishub baik provinsi maupun kota di lapangan sehingga semua berjalan sesuai aturan dan nyaman dalam aktivitas, tidak lagi ada AKDP bandel.

Untuk pastikan tidak ada lagi AKDP yang lewati jalan Sudirman, Dishub kota Ambon menurutnya, setiap waktu memback-up provinsi dengan menempatkan personil di Underpass Sudirman guna mengatur dan mengarahkan AKDP agar berjalan sesuai ketentuan.

“Kami juga sudah minta dan telah ada janji Kadishub provinsi untuk rutin menempatkan personilnya agar juga lakukan pengawasan, pengendalian AKDP yang masih bandel. Kita saling membackup untuk kebaikan bersama, tapi yang jadi kawah candradimuka provinsi,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed