Soal WTP, Bupati Malra Ngambek, Nilai Kemenkeu Tak Jujur

AMBON,MRNews.com,- Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menjadi satu dari enam kabupaten/kota di Maluku yang mendapat predikat tertinggi penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam hal ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Maluku terhadap penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2018. Akan tetapi baik Kemenkeu maupun BPK sebagai pelaksana pemberi predikat dinilai tidak jujur.

Bupati Malra Thaher Hanubun pun mengaku kecewa kepada penyelenggara pemberian penghargaan predikat opini WTP yakni BPK Maluku termasuk Kemenkeu selaku otoritas yang dinilai tidak jujur karena dalam penyampaian tidak menyebutkan peringkat WTP. Sebab Malra dianggap menjadi kabupaten/kota yang terbaik dalam LKPD di provinsi Maluku. Dibuktikan dengan tidak pernah terjadi persoalan keuangan di pemerintah daerah baik dalam penyusunan maupun penyajian LKPD tahun 2018.

“Kemenkeu seng (tidak) jujur. Mereka harus menyebutkan urutannya. WTP itu khan harus disebutkan. Dong (Kemenkeu) tidak jujur. Dong harus sebutkan urutan WTP. Sebab sama-sama WTP dengan kabupaten/kota lain tapi khan ada peringkatnya. Ada WTP yang tebal dan tipis harus bisa dibedakan, tidak bisa disamakan. Jadi saya ngambek dan kecewa. Harus sebutkan WTP versi apa,” kesal Hanubun kepada awak media saat menerima piagam penghargaan WTP di Swissbell-hotel, Rabu (9/10/19).

Pasalnya menurut mantan anggota DPRD provinsi Maluku itu, secara fiskal LKPD Pemkab Malra sangat sehat. Tapi dalam urutan penyebutan penerimaan piagam WTP oleh BPK berada di posisi kelima dibawah Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Padahal harusnya menyebut jelas urutan sesuai klasifikasi berdasarkan rangking atau peringkat WTP. Sebab setiap kabupaten/kota berbeda dalam penyampaian LKPD.

“Tidak bisa, penyebutan itu harus berurut sesuai urutan peringkat. Jadi mereka kurang profesional. Kalau saya ngomong begini nanti mereka tidak kasih saya WTP. Padahal WTP yang saya sudah maksimalkan, kerja keras untuk dia kesalahannya semakin kecil. Tolong sampaikan ke mereka. Saya tidak mau dengar alasan apapun. Mereka tidak transparansi. Jangan semua disamakan. Saya sudah kerja keras untuk meminimalisir kesalahan. Saya sangat kecewa dengan panitia,” pesan Hanubun. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *