by

Skoring Ambon Kembali Naik, PSBB Transisi Berlanjut ke-XV

AMBON,MRNews.com,- Skoring zonasi Kota Ambon kembali naik 0,06 poin menjadi 2,15. Namun begitu, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi untuk menegakkan protokol kesehatan (Prokes) terus berlanjut yang hingga kini sudah memasuki jilid XV.

Juru bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Ambon Joy Adriaansz menegaskan, PSBB transisi mulai dilanjutkan lagi ke tahap XV hingga dua pekan kedepan.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 lewat penegakan Prokes.

“Data per 24 Januari skoring kita 2,09 namun data terakhir 31 Januari ternyata skoring kita naik dan sekarang 2,15. Hal ini dilihat dari kasus kematian turun, angka terkonfirmasi juga tidak besar dan angka kesembuhan semakin meningkat. Maka skoring kita meningkat walai hanya 0,06,” tandas Joy.

Meski naiknya skoring tersebut tapi diakui Joy, Kota Ambon masih ada pada zona orange. Karena itu juga harus antisipasi dengan cara operasi yustisi yang dalam beberapa waktu terakhir ini menyasar pasar dan terminal Mardika.

Sebab itu pihaknya kata Joy, menghimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Seluruhnya sangat penting, namun yang terpenting itu pakai masker.

“Dengan menggunakan masker kita bisa melindungi diri kita, keluarga dan orang lain dari terpapar Covid-19. Sebab masker sudah ditetapkan untuk menurunkan angka terkonfirmasi. Itu juga sebagai intruksi dari organisasi kesehatan internasional (WHO),” ingat Kadis Kominfo-Sandi Kota Ambon.

Oleh sebab itu, pemerintah kota (Pemkot) dan Satgas Covid-19 kota Ambon sebut Joy, berharap masyarakat kota Ambon jangan pernah jenuh menggunakan masker saat aktifitas diluar rumah.

Pasalnya selain demi kebaikan bersama tetapi yang melanggar anjuran itu jelas akan ditindak.

“Kalau ada masyarakat yang kedapatan melanggar tak pakai masker kita akan tindak, dan Rapid tes ditempat. Dan bagi tempat usaha kita akan cabut ijinnya bila operasi lebihi waktu serta angkutan umum angkut penumpang melebihi kapasitas 50 persen, kita akan tindak tegas,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed