by

Sisa Anggaran Penanganan Covid-19 Pemda Maluku “Galap”

AMBON,MRNews.com,- Penggunaan dana penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku dan Satgas Covid-19 Provinsi selama Pandemi ini mewabah ke Maluku Maret 2020 hingga diakhir tahun ini sisakan tanda tanya alias “galap”.

Bagaimana tidak, dari anggaran yang disediakan Pemda Maluku 122 miliar lebih pada pos biaya tidak terduga (BTT) untuk penanganan Covid-19, telah terpakai per 15 Desember 2020 sebesar 74 miliar lebih. Namun dalam laporan, hanya baru mencapai 57,9 miliar lebih.

Hal itu sesuai laporan ketua harian Satgas Covid-19 provinsi yang juga Sekda Maluku Kasrul Selang kepada awak media saat evaluasi akhir tahun penanganan Covid-19 di lantai VI kantor Gubernur Maluku, Rabu (30/12).

“Katong khan sudah tahu semuanya 122,164,309 miliar total yang kita anggarkan di BTT untuk penanganan Covid-19 dan dampaknya. Jadi anggaran Covid-19 sampai dengan 15 Desember 2020, itu kita sudah gunakan kurang lebih sebesar Rp 74 miliar,” ujarnya.

Dijelaskan Kasrul, anggaran 74 miliar yang terpakai diperuntukkan pada bidang kesehatan dan pendukungnya Rp 39 miliar lebih, sistem pengamanan dan keamanan Rp 13 miliar lebih, pembenahan sektor fisik sarana kesehatan (lokasi karantina) kurang lebih Rp 4 miliar, sistem informasi dan kesekretariatan Rp 1,9 miliar, serta bantuan sosial (Bansos).

“Anggaran Covid-19 seperti itu. Jadi mudah-mudahan akuntabilitasnya, dengan adanya BPK, BPKP dan Kejaksaan didalam tim akuntabilitas, akuntabilitas katong ini bisa baik. Karena akuntabilitas kuat, imun juga tinggi itu,” bebernya.

“Kemarin kita sudah diperiksa atau diaudit BPK yaitu audit kinerja dan audit keuangan. Dalam audit keuangan ada pengembalian2. Ditengah berbagai keterbatasan kita berupaya,” sambung Kasrul.

Akan tetapi, dari hasil hitungan yang coba dilakukan media ini, anggaran Covid-19 yang baru terpakai baru Rp 57,9 miliar lebih, bukan Rp 74 miliar. Artinya, terdapat selisih kurang lebih Rp 17 miliar yang masih belum jelas peruntukannya.

Soal perbedaan itu, Kasrul mengaku 15-16 hari sisa menuju tutup tahun pasti terjadi transaksi. Namun dirinya belum mendapat data terkini.

“Misalnya insentif tenaga kesehatan baru dibayar bulan kemarin Rp 1 miliar lebih. Ada lagi yang lainnya. Khan data terakhir 15 Desember. Pasti ada transaksi tanggal 16, 17, 18 dan seterusnya. Hari ini (kemarin-red) terakhir,” beber Kasrul.

Disinggung soal data valid penggunaan dana Covid-19 oleh Pemprov Maluku dalam hal ini Satgas Covid-19 apakah bisa didapatkan wartawan segera sebelum tutup tahun 2020, Kasrul menegaskan tidak bisa.

“Tidak bisa besok (hari ini-red), Januari 2021,” singkat mantan kepala dinas PRKP Maluku.

Dilanjutkan Kasrul, untuk uang sisa yang tidak terpakai dari dana BTT yang disiapkan Pemda Maluku untuk penanganan Covid-19 tahun 2020 dan dampaknya tetap parkir di dana APBD.

“Kalau tidak dipakai, uang tetap ada di APBD yang nanti akan diluncurkan ditahun depan. Tahun depan itu kita sudah anggarkan kurang lebih 45 miliar untuk penanganan Covid-19. Kenapa lebih sedikit dari sebelumnya, katong tahu mana yang ditangani kementerian dan daerah. Misalnya vaksin itu kementerian, katong hanya operasional saja,” urainya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed