by

Sikapi Masalah Lela, HIPPMAK: Hormati Asas Praduga Tak Bersalah

AMBON,MRNews.com,- Pengurus Besar (PB) Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kailolo (HIPPMAK) meminta kepada jurnalis atau media untuk menyajikan pemberitaan peristiwa yang diduga menyangkut pelanggaran hukum, harus menghormati asas praduga tak bersalah, prinsip jujur, adil dan penyajian berita yang berimbang sebagaimana yang tertuang dalam kode etik jurnalistik.

“Pernyataan sikap PB HIPPMAK ini berkenan maraknya berita menyudutkan atau mencatut dan seakan memvonis bersalah sesepuh negeri Kailolo, Bapak Husein Marasabessy dan Bapak Abubakar Usemahu, terkait insiden di rumah kopi Lela tempo hari. Yang berawal dari oknum jurnalis mengambil gambar narasumber tanpa menunjukan identitas jurnalisnya atau secara sembunyi-sembunyi dan tidak mengedepankan kode etik jurnalistik,” beber Ketua Umum PB HIPPMAK, Adv. Malik Raudhi Tuasamu, SH.I dalam pernyataan sikapnya yang diterima media ini via whatsapp, Selasa (10/4) sore.

Pihaknya juga kata Tuasamu meminta jurnalis dan media untuk selalu menjaga independensi dan profesionalisme jurnalis sebagaimana yang diamanatkan dalam kode etik jurnalistik pasal 1 “wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk”, dan pasal 2 “wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik”.

PB HIPPMAK juga menurut advokat muda itu, meminta Dewan Pers untuk lebih aktif menjaga kepatuhan jurnalistik dan media dalam menerapkan kode etik jurnalistik. Karena kepatuhan itu bagian dari upaya menjaga kebebasan dan kemerdekaan pers sebagaimana amanat UU nomor 40 tahun 1999 tentang pers. Kewajiban Dewan Pers untuk menjaga kebebasan pers juga diamanatkan oleh UU pers.

“Kita segera layangkan surat ke Dewan Pers. Sehingga kami harap Dewan Pers melakukan sidang kode etik dan memberi sanksi terhadap oknum wartawan atas nama Sam Hatuina yang mengambil gambar narasumber tanpa menunjukan identitas diri. Sehingga narasumber menduga ada itikad buruk, dikarenakan selain wartawan, dia juga anggota atau simpatisan salah satu partai politik yakni Partai  PDI Perjuangan. Sehingga sudah ada keberpihakan terhadap salah satu calon Gubernur Maluku,” tegas Tuasamu bersama Sekjen PB HIPPMAK, Pahdi Tuanany dalam rilisnya itu.

Sebelum akhiri, PB HIPPMAK juga tambah Tuasamu meminta kepada jurnalis atau media untuk sama-sama menjaga dan mengawal Pilkada serentak tahun 2018 di Maluku ini khususnya dengan damai dan tanpa intimidasi dalam penyajian berita kepada masyarakat.

Sebagaimana diketahui, insiden Warkop Lela beberapa waktu lalu diawali adanya pengambilan gambar oleh wartawan Rakyat Maluku, Sam Hatuina terhadap calon Gubernur Maluku, Said Assagaff yang     sementara menikmati kopi sore bersama sejumlah rekannya yang adalah pejabat Pemprov Maluku dan tim pemenangan, termasuk didalamnya ada Husein Marasabessy dan Abubakar Usemahu.

Selanjutnya, akibat tindakan itu terjadi percekcokan antara kedua belah pihak yang berujung dugaan adanya intimidasi kepada wartawan dengan perampasan alat jurnalistik, handphone serta pemukulan terhadap wartawan. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed