by

Sidang ke-38 Sinode GPM Digelar 7-14 Februari 2021

AMBON,MRNews.com,- Sidang ke-38 Sinode GPM rencananya digelar pada 7-14 Februari 2021 mendatang. Seluruh proses sidang akan dilakukan di Gedung Gereja Maranatha Kota Ambon dan dipastikan berjalan dalam protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Ketua Klasis Kota Ambon Pendeta Nick Rutumalessy mengatakan, sidang ke-38 sinode GPM merupakan momentum pengambilan keputusan organisasi gerejawi yang tertinggi dalam lingkungan GPM, dengan tugas pertama; melakukan evaluasi program kerja dan pelayanan MPH Sinode periode 2015- 2020.

Kedua, membahas kebijakan umum anggaran dan belanja organisasi selama kurun waktu 5 tahun; ketiga, memilih dan menetapkan ketua dan sekretaris umum serta komposisi Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM periode lima tahun kedepan; dan keempat, menetapkan keputusan-keputusan gerejawi lainnya.

“Sebagaimana diketahui, MPH Sinode GPM periode 2015-2020 akan segera berakhir dan oleh karena itu perlu membentuk panitia pelaksana sidang ke-38 Sinode GPM dengan SK MPH Sinode GPM atas usulan Klasis Kota Ambon sebagai tuan rumah,” tandas Rutumalessy dalam konferensi pers di kantor klasis, Rabu (16/12).

Sementara itu, ketua umum panitia sidang ke-38 Sinode GPM Tonny Pariela mengungkapkan, panitia dibentuk untuk memfasilitasi teknik penyelenggaraan sidang, dimulai dari kedatangan utusan atau delegasi pada setiap titik masuk ke Kota Ambon baik melalui darat, laut maupun udara.

Selanjutnya, registrasi peserta, penempatan peserta pada sejumlah hotel yang sudah dipersiapkan panitia, memfasilitasi teknis sidang-sidang komisi dan paripurna hingga acara penutupan.

“Dalam kaitan itu, sesungguhnya panitia sudah bekerja dan siap melaksanakan tanggungjawab yang penting ini, yang jika Tuhan berkenaan, direncanakan berlangsung pada 7 hingga 14 Februari 2021 di Gedung Gereja Maranatha Kota Ambon,” tukas Pariela.

Peserta sidang sinode menurutnya, berjumlah 11 orang terdiri dari peserta biasa sebanyak 8 orang dan peserta luar biasa 3 orang dari perutusan 34 Klasis. Selain itu terdapat pula peserta dari unsur MPH Sinode 9 orang, badan pembantu ditingkat Sinode 71 orang, unsur utusan GPM khususnya dari Jakarta 1 orang dan unsur PGI diperkirakan 2 orang.

“Dengan demikian total keseluruhan peserta Sidang Sinode sebanyak 457 orang,” jelas Dekan FISIP Unpatti itu.

Lebih lanjut diakui Pariela, karena telah menjadi kebijakan pemerintah pusat dan daerah terkait protokol kesehatan Covid-19, maka ruang persidangan akan diatur sedemikian rupa sehingga peserta biasa sebanyak 281 orang akan bersidang di Gedung Gereja Maranatha.

Sementara sisanya sebagai peserta luar biasa akan mengikuti persidangan secara virtual dari dalam gedung Baileo Oikumene. Sedangkan sidang-sidang komisi, akan dilaksanakan terpisah di 9 Gereja dalam lingkungabn Klasis Kota Ambon.

“Sehubungan dengan itu, panitia telah menyediakan SOP untuk mengatur implementasi Protokol covid-19 sejak peserta tiba di Ambon, melakukan registrasi, penempatan di hotel hingga aktivitas persidangan setiap hari. Semuanya akan diatur bekerjasama dengan Satgas Covid-19 terutama di Kota Ambon,” beber Pariela.

Penyelenggaraan event akbar ini tambahnya, mendapat perhatian dan didukung pemerintah provinsi Maluku, pemerintah Kota Ambon, MPH Sinode, MPK Kota Ambon, berbagai Klasis dan jemaat-jemaat dalam lingkup Klasis Kota Ambon serta pihak lainnya yang tidak bisa disebutkan satu demi satu.

“Dikesempatan baik ini, ijinkan saya dengan kerendahan hati atas nama panitia ucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi atas dukungan bapak/ibu dan saudara-saudara sekalian. Doakan kami, semoga sidang sinode pada waktunya akan berlangsung aman dan lancar serta terutama hasilnya direstui dan diberkati Tuhan Yesus Kepala Gereja,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed